Nelayan yang Dihantam Gelombang Perairan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia

Redaksi - Selasa, 28 Oktober 2025 11:47 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_7244_Nelayan-yang--Dihantam-Gelombang-Perairan-Meranti-Ditemukan-Meninggal-Dunia.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Jenazah korban saat ditemukan dan berhasil dievakuasi.(Foto: Ist)
MERANTI - Setelah empat hari dilakukan pencarian, seorang nelayan bernama Parno (55) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/10/2025) sore. Parno hilang tenggelam setelah kapal yang ditumpanginya diterjang gelombang di perairan Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, membenarkan penemuan tersebut. "Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,7 mil laut dari lokasi awal kejadian," ujarnya, Senin (27/10/2025).

Menurut Prima, korban ditemukan sekitar pukul 17.06 WIB di titik koordinat 1°12'28"N – 102°56'30"E setelah dilakukan pencarian intensif selama empat hari. "Korban kemudian dievakuasi ke Desa Telesung dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (24/10/2025) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya, Atat, sedang memperbaiki gumbang (alat tangkap ikan) di perairan Desa Telesung, sekitar 3 mil dari pantai. Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan air laut masuk ke kapal.

Saksi sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban sebanyak dua kali, namun karena gelap dan ombak besar, ia tidak dapat melihat keberadaan korban. Upaya pencarian yang dilakukan saksi tak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan kepada pemilik gumbang dan diteruskan ke pihak berwenang.

Tim SAR gabungan yang dikerahkan Basarnas kemudian melakukan pencarian menggunakan RIB 03 serta alat pendeteksi bawah air Aqua Eye. Pencarian dilakukan di sekitar titik koordinat kejadian dengan pola penyisiran creeping line search dan melibatkan berbagai unsur SAR serta masyarakat setempat.

Setelah korban ditemukan, Prima menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. "Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dukungan semua unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah membantu hingga korban berhasil ditemukan," tutupnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Lompat dari Kapal, Warga Kepulauan Meranti Ditemukan Meninggal Dunia

Peristiwa

Bocah yang Hilang di Tepian Batang Kuantan Ditemukan tak Bernyawa

Peristiwa

Balita 4 Tahun Hilang di Batang Kuantan, Sendal Tertinggal di Pinggir Sungai

Peristiwa

Balita 4 Tahun Hilang di Batang Kuantan, Sendal Tertinggal di Pinggir Sungai

Peristiwa

Hilang 2 Hari di Kebun Sawit, Kakek di Rohul Ditemukan Selamat

Peristiwa

Tenggelam di Sungai Ngaso, Bocah Ditemukan Meninggal