Tiga Ratus Ribu Pelajar Gaza Mulai Bersekolah

Redaksi - Minggu, 19 Oktober 2025 16:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/10/_5244_Tiga-Ratus-Ribu-Pelajar-Gaza-Mulai-Bersekolah.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Sejumlah pelajar di Gaza Palestina mengirimkan pesan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia atas dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina, Sabtu (3/12/2022).(Foto: Republika/Istimewa)
JAKARTA - Sekitar 300.000 siswa di Jalur Gaza, Palestina, melanjutkan pendidikan mereka pada Sabtu (18/10/2025), menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

"UNRWA telah menyusun rencana untuk melanjutkan proses pendidikan bagi 300.000 siswa Palestina dan jumlah ini kemungkinan akan meningkat," kata Adnan Abu Hasna, penasihat media UNRWA, dalam pernyataan di platform X.

Dia mengatakan sekitar 10.000 siswa akan belajar secara tatap muka di sekolah dan tempat penampungan. Sementara itu, sebagian besar lainnya akan menerima pembelajaran jarak jauh. Sekitar 8.000 guru akan berpartisipasi dalam program ini.

Pembelajaran jarak jauh terpaksa dilakukan karena banyak sekolah hancur akibat perang yang dilancarkan Israel, sementara siswa harus segera kembali belajar setelah empat tahun putus sekolah sejak pandemi melanda dunia.

Menurut data Kementerian Pendidikan Palestina, sejak perang meletus pada Oktober 2023, Israel telah menghancurkan 172 sekolah negeri, mengebom atau merusak 118 sekolah lainnya, dan menyerang lebih dari 100 sekolah yang dikelola UNRWA.

Kementerian itu juga melaporkan, sebanyak 17.711 siswa tewas di Gaza sejak Israel melancarkan genosida, dan 25.897 lainnya terluka. Selain itu, 763 pekerja pendidikan gugur dan 3.189 lainnya terluka.

"Kami juga berencana untuk merevitalisasi 22 klinik kesehatan pusat di Jalur Gaza," kata Abu Hasna. "Kami memiliki puluhan titik distribusi makanan dan ribuan pegawai dengan pengalaman tinggi di bidang logistik."

Dia menambahkan, UNRWA telah membeli pasokan senilai ratusan juta dolar yang masih tertahan di luar Gaza.

"Banyak kebutuhan pokok, termasuk bahan-bahan bangunan tempat tinggal, selimut, pakaian musim dingin, dan obat-obatan tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh Israel, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan," kata Abu Hasna.

Ia memperingatkan bahwa 95 persen penduduk Gaza kini bergantung pada bantuan kemanusiaan setelah kehilangan mata pencaharian dan kondisi itu memburuk dengan cepat.

"Ratusan ribu orang yang mengungsi tinggal di tempat terbuka setelah kembali ke Kota Gaza, menyusul diberlakukannya gencatan senjata pada 10 Oktober," kata dia. "Masuknya bantuan menjadi kebutuhan mendesak menjelang musim dingin."

Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyepakati gencatan senjata pekan lalu berdasarkan rencana yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

Tahap pertama kesepakatan itu mencakup pertukaran tawanan dan tahap selanjutnya adalah pembangunan kembali Gaza dan pembentukan pemerintah baru tanpa keterlibatan Hamas.

Sejak Oktober 2023, perang yang dilancarkan Israel telah menewaskan hampir 68.000 warga Gaza, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, dan membuat sebagian besar wilayah kantong Palestina itu tidak layak huni.

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Peristiwa

Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, PWI Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia

Peristiwa

BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Peristiwa

BKSAP DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Palestina

Peristiwa

BKSAP Rakor dengan Kemlu, Kepesertaan RI di BoP Jadi Sorotan

Peristiwa

Israel Gunakan Bom Terlarang, Uapkan Ribuan Warga Gaza Tanpa Jejak