Foto Prabowo di Reklame Tel Aviv Manipulasi Israel, Seolah RI Satu Sirkel dengan Zionis

Redaksi - Senin, 29 September 2025 16:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/09/_4725_Foto-Prabowo-di-Reklame-Tel-Aviv-Manipulasi-Israel--Seolah-RI-Satu-Sirkel-dengan-Zionis.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto Presiden RI Prabowo Subianto dalam kampanye papan reklame di Tel Aviv.(Foto: X/@Abrahamshield25)
JAKARTA - Pengamat Timur Tengah, Dina Sulaeman menilai penggunaan foto Presiden RI Prabowo Subianto dalam kampanye papan reklame di Tel Aviv merupakan tindakan manipulatif yang dilakukan rezim Zionis Israel.

Dina menegaskan, pemasangan foto Presiden Indonesia itu diyakini dilakukan tanpa seizin Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Pada reklame itu, tertulis "MR. PRESIDENT, ISRAEL STANDS BY YOUR PLAN DEAL THE DEAL".

"Saya percaya, pemasangan foto ini tanpa seizin Kemlu RI. Penggunaan foto Presiden Indonesia di billboard Tel Aviv oleh rezim Zionis menurut saya adalah tindakan manipulatif dan menyesatkan," ujar Dina kepada Republika, Senin (29/9/2025).

Papan reklame tersebut merupakan bagian dari kampanye Koalisi Israel untuk Keamanan Regional yang mendesak dukungan terhadap rencana Presiden AS Donald Trump dalam mengakhiri perang Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham.

Dalam visual kampanye itu, terpampang foto Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, para pemimpin Arab moderat, Presiden RI Prabowo Subianto, serta Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Menurutnya, pemasangan papan reklame tersebut bertujuan untuk menggiring opini publik dunia bahwa Indonesia sudah satu sirkel dengan Amerika Serikat dan Rezim Zionis.

Ia menambahkan, sikap Indonesia selama ini konsisten menolak normalisasi dengan Israel, selama Palestina masih berada di bawah penjajahan.

"Negara dan bangsa Indonesia sudah jelas posisinya: menuntut agar genosida Israel di Gaza segera dihentikan dan hingga kini tetap konsisten menolak normalisasi dengan Israel selama penjajahan Palestina berlangsung," ucapnya.

Karena itu, Dina berharap Menteri Luar Negeri RI bisa melayangkan protes terkait pemasangan papan reklame tersebut. "Untuk itu, saya berharap Kemlu RI segera menyampaikan protes diplomatik agar tidak timbul persepsi keliru di dunia internasional," kata Dina.

Sebelumnya diberitakan, Koalisi Israel untuk Keamanan Regional meluncurkan kampanye papan reklame nasional guna mendorong pemerintah Israel mendukung inisiatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza dan memperluas Perjanjian Abraham.

Dalam kampanye tersebut terpampang foto Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, para pemimpin Arab, Presiden RI Prabowo Subianto, serta Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Pesan utamanya sederhana namun tegas:

"Ya untuk Rencana Trump-Lakukanlah," dilansir dari cuitan akun X, @Abrahamshield25, Senin (29/9/2025).

Republika

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah

Peristiwa

Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel

Peristiwa

BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI

Peristiwa

BKSAP DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Palestina

Peristiwa

Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia

Peristiwa

BKSAP Rakor dengan Kemlu, Kepesertaan RI di BoP Jadi Sorotan