Pekerja Akasia Arara Abari di Pelalawan Diserang Harimau Sumatera

Redaksi - Sabtu, 02 Agustus 2025 01:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/08/_3700_Pekerja-Akasia-Arara-Abari-di-Pelalawan-Diserang-Harimau-Sumatera.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Korban serangan harimau sumatra di areal konsesi PT Arara Abadi Kabupaten Pelalawan saat mendapat perawatan medis.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU- Seorang pekerja borongan perawatan tanaman akasia di areal konsesi PT Arara Abadi, Kabupaten Pelalawan, diserang seekor harimau sumatera saat sedang bekerja, Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban Abdul Susanto (40), warga Desa Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung yang bekerja di bawah naungan PT Theo Charles Ertilizer ini diketahui saat di lokasi sedang menyemprot gulma di Petak 178 Kanal 9, Distrik Merawang, Kecamatan Teluk Meranti. Dia bekerja bersama dua rekannya, Ridwan Firdaus (42) dan Ujang (45).

Pihak kepolisian menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba. Korban sempat berteriak keras, disusul suara auman harimau yang mengejutkan rekan-rekannya.

"Begitu mendengar teriakan dan suara harimau, kedua saksi yang berjarak sekitar 10 meter langsung berlari ke arah korban sambil berteriak untuk mengusir satwa buas tersebut," ujar Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK.

Setelah harimau menjauh, korban langsung dievakuasi dengan cara digendong sejauh 300 meter ke arah kanal terdekat.

Selanjutnya, Abdul dibawa menggunakan perahu ketinting ke klinik Distrik Merawang untuk mendapat pertolongan pertama.Namun, karena luka yang diderita cukup serius, sekitar pukul 10.30 WIB korban dirujuk ke Puskesmas Teluk Meranti menggunakan ambulans milik perusahaan.

Setelah itu, Abdul kembali dirujuk ke RSUD Selasih Pelalawan untuk penanganan medis lanjutan.Dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka-luka serius di beberapa bagian tubuh, terutama kepala dan lengan.

Luka robek juga ditemukan di kepala sebelah kiri berukuran 8x4 sentimeter, serta luka panjang masing-masing 20 cm dan 15 cm di bagian kepala kanan. Pelipis kanan korban juga mengalami luka robek berukuran 3x3 cm. Luka lainnya ditemukan di leher dengan berbagai ukuran 3x1 cm, 5x1 cm, dan 1x1 cm.

"Luka korban paling parah pada lengan kanan bagian atas korban mengalami patah tulang. Luka tambahan juga terdapat di bahu kanan, baik bagian depan maupun belakang," ungkap Kapolres.

Untuk pengecekan ke lokasi kejadian dan penanganan lanjutan, paska kejadian pihak kepolisian telah mengambil keterangan saksi-saksi dan melakukan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau serta pihak perusahaan.

"Kami bersama BKSDA akan memeriksa jejak dan potensi keberadaan harimau tersebut di sekitar lokasi, agar dapat diambil langkah antisipasi demi keselamatan para pekerja lainnya," tukas AKBP John Louis.

Sebagai pencegahan kejadian serupa kembali terulang, Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja yang beraktivitas di area sekitar hutan atau konsesi industri kehutanan agar lebih waspada terhadap kemungkinan keberadaan satwa liar.

"Jika melihat tanda-tanda keberadaan harimau atau satwa liar lainnya, segera laporkan ke pihak yang berwenang agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," tutup Kapolres.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Januari hingga April 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular, Mulai Piton hingga Kobra

Peristiwa

Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR

Peristiwa

Diterkam Buaya, Warga Batang Sungai Inhil Ditemukan Tewas

Peristiwa

Mangsa Kucing, Ular Piton 6 Meter Ditangkap di Tembilahan

Peristiwa

Mangsa Ternak Warga, Anak Harimau Sumatera di Pulau Muda Pelalawan Masuk Perangkap

Peristiwa

Kejati Riau Terima SPDP Kasus Pembunuhan Gajah Pelalawan