Gunung Marapi Meletus Selasa Malam, Dentuman Hingga Bukittinggi

Redaksi - Rabu, 02 April 2025 06:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/04/_6583_Gunung-Marapi-Meletus-Selasa-Malam--Dentuman-Hingga-Bukittinggi.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Letusan Marapi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPADANG - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus pada Selasa (1/4/2025) malam. Erupsi terjadi pada pukul 22.33 WIB dengan mengeluarkan suara dentuman yang terdengar hingga ke Bukittinggi.

Kolom abu gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu tidak teramati karena tertutup kabut.

"Dentumannya keras sekali hingga terdengar ke Bukittinggi," kata warga Bukittinggi, Rudi (42) seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa malam.

Evi (39), warga Kecamatan X Koto Tanah Datar yang berada di kaki Gunung Marapi, mengatakan, dentuman sangat kuat hingga kaca jendela bergetar.

Dari Instagram Infosumbar, akun handayanichichi di komentarnya mengaku kerasnya dentuman letusan Marapi sampai hingga Padang.

Bahkan akun fendi1980 menulis terdengar hingga Batusangkar. "Semalam terdengar hingga Batusangkar," tulisnya.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Teguh Purnomo menjelaskan, erupsi Marapi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,6 mm dengan durasi 34 detik. Saat ini Gunung Marapi berstatus Level II atau waspada, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mendekati dan beraktivitas 3 kilometer dari kawah.

Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan," kata Teguh dalam keterangan tertulis.

Warga juga diimbau menggunakan masker jika terjadi hujan abu sebab hal itu bisa membahayakan kesehatan.

Kompas.com

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TNI Gerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru

Peristiwa

Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2.500 Meter