Polair Polda Riau Evakuasi Nenek Tunanetra dan Ibu Pendarahan Saat Banjir Rumbai

Redaksi - Jumat, 07 Maret 2025 18:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/03/_4249_Polair-Polda-Riau-Evakuasi-Nenek-Tunanetra-dan-Ibu-Pendarahan-Saat-Banjir-Rumbai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Seorang personil mengevakuasi nenek lansia saat banjir di Kelurahan Meranti Pandak dan Sri Meranti Pekanbaru.(Foto: ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU -Banjir yang melanda Kelurahan Meranti Pandak dan Sri Meranti di Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, memaksa ratusan warga mengungsi.Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau turut serta melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak.

Evakuasi seorang nenek buta dan seorang ibu yang mengalami pendarahan karena baru melahirkan di Kelurahan Meranti Pandak Pekanbaru, berjalan dramatis. Si ibu terpaksa digotong menggunakan tongkat di kedua tangannya.

Ibu yang baru tiga hari melahirkan tersebut segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.

Wakil Direktur Polairud Polda Riau, AKBP Andi Yul, mengungkapkan timnya telah mengevakuasi beberapa warga dengan kondisi khusus.

"Kami mengevakuasi seorang nenek buta, seorang ibu yang baru melahirkan tiga hari lalu dan mengalami pendarahan, serta beberapa nenek lanjut usia lainnya," ujar Andi Yul Kamis (6/5/2025).

Evakuasi dilakukan dengan menggunakan tiga unit perahu karet dan melibatkan 12 personel Ditpolairud. Polisi bahkan menggendong para nenek lanjut usia untuk memastikan mereka dapat dievakuasi dengan aman ke tempat pengungsian yang disediakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir telah berdampak pada sekitar 5.668 kepala keluarga (KK) di dua kelurahan tersebut. Rinciannya, 2.004 KK di Kelurahan Meranti Pandak dan 3.664 KK di Kelurahan Sri Meranti.

Ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 120 sentimeter.

Selain melakukan evakuasi, personel Ditpolairud juga membantu warga mengamankan barang-barang berharga dan kendaraan mereka yang terendam banjir. Jga dilakukan pendataan jumlah KK yang terdampak untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

"Kami terus berupaya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas," kata Andi Yul.

Andi Yul juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan terus disalurkan ke lokasi pengungsian.

"Kami akan terus memantau situasi dan kondisi di lapangan. Kami juga siap untuk memberikan bantuan tambahan jika diperlukan," ujar Andi.


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pekanbaru Masih Dibelit Persoalan Banjir, Ini Kata Wawako Markarius

Peristiwa

Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini

Peristiwa

Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang Naik Tipis Malam Ini, di Hilir Terjadi Kenaikan Permukaan Air Sungai Kampar

Peristiwa

Tembilahan Dilanda Banjir Rob

Peristiwa

Hujan Seharian, Wako Agung Nugroho Tinjau Lokasi Rawan Banjir di Pekanbaru

Peristiwa

Atasi Banjir, 10 Danau Unri di Binawidya Dijadikan Embung