kabarmelayu.comPEKANBARU - Peristiwa truk angkutan pekerja PT. Nusawana Raya (NWR) yang terjun ke Sungai Segati Kabupaten Pelalawan pada Sabtu (22/2/2025) lalu, memunculkan duka dan simpati banyak pihak. Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, berjanji akan mengawal proses tanggung jawab dari perusahaan terkait.
Kapolda menekankan pentingnya pemulihan dan kompensasi bagi para korban, tidak hanya sekadar pertolongan. Pihak perusahaan harus membantu keluarga korban secara maksimal.
"Bukan hanya sekadar melakukan upaya pertolongan, tetapi jugarecovery,"kata Iqbal kepada media, Senin (24/2/2025).
Kapolda menegaskan, jalan poros perusahaan ini adalah tanggung jawab perusahaan.
Alumnus Akpol 1991 ini juga meminta kepada Wakil Bupati Pelalawan Husni Thamrin dan Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri untuk berkomunikasi dengan perusahaan guna memastikan semua kebutuhan korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia.
Apakah itu soal pengobatan korban selamat serta asuransi keluarga korban yang meninggal dunia.
"Termasuk proses pemakaman dan asuransi, ditangani dengan baik oleh perusahaan. Semua proses-prosesnya saya akan awasi dan update setiap hari," tegas Iqbal.
Diberitakan sebelumnya, truk angkutan pekerja PT. Nusawana Raya (NWR) yang dikemudikan Maranata Zendrato tersebut terjun ke sungai Segati pada Sabtu (22/2/2025). Truk modifikasi ini mengangkut 32 penumpang yang terdiri dari orang dewasa, perempuan dan anak-anak.
Truk terjun ke sungai diduga karena supir mengantuk. Tim SAR gabungan yang terdiri dari beebagai unsur menemukan sang supir dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini juga menarik perhatian banyak pihak, karena banyaknya korban yang merupakan perempuan dan anak-anak. Termasuk juga soal keselamatan pekerja.