Proyek Asalan, TPA Muara Fajar II Ancam Keselamatan Warga

Harijal - Selasa, 10 Januari 2017 19:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/99754c012017_proyekasalan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kondisi terkini proyek TPA II Muara Fajar, Rumbai Pekanbaru.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berlokasi di KM 23, Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau terkesan asal jadi dan mengancam keselamatan warga setempat.

Pasalnya, kondisi pelaksanaan mega proyek yang diselenggarakan Ditjen Cipta Karya, Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Riau, yang dikerjakan PT Budi Jaya General (BJG) selaku kontraktor pelaksana, dengan nilai proyek Rp36.045.000.000,00 miliar bersumber dana APBN 2016, yang dikerjkan sejak awal Pebruari dan berakhir pada akhir September 2016 lalu itu, kini tengah menyisahkan sejumlah permasalahan ditengah-tengah masyarakat.

Permasalahan tersebut beragam, mulai dari pelaksanaan pembangunan fisik yang terkesan asal jadi, dampak sosial dan ancaman keselamatan bagi warga setempat yang melintas di kawasan TPA tersebut.

Dimana, dari hasil penelusuran riaueditor.com di lokasi TPA II Muara Fajar pada Sabtu 7 Januari 2016. Gundukan tanah timbun hasil pengerukan tanah disisi timur jalan akses pintu masuk lokasi TPA tertumpuk setinggi kurang lebih 10 meter tanpa dilakukan penahanan tebing yang memadai, sehingga rawan terjadi penurunan tanah atau longsor yang dapat menutup pintu akses masuk TPA dan membahayakan bagi setiap warga yang melintas di lokasi TPA.

Apalagi, akses pintu masuk tanah timbunan hasil pengerukan tanah tersebut, merupakan salah satu jalan lintas alternatif warga setempat untuk menuju pemukimannya.

Kondisi tersebut, dapat dirasakan awak media ini, saat berada di lokasi lahan gundukan tanah timbun itu. Dimana saat ini, tanah gundukan sudah mulai berangsur turun dan menutupi jalan akses pintu masuk TPA yang dapat mengancam keselamatan warga yang melintas.

Tak sampai disitu, permasalahan yang sama tidak jauh beda terjadi di lokasi proyek TPA yang saat ini informasinya sudah dilakukan serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) dan belum dilakukan serah terima dengan antara penyelenggara dengan pihka Pemko Pekanbaru lewat Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Pekanbaru selaku pengelola TPA.

Dimana pada pembuatan turap batu bronjong di sepanjang sisi selatan, timur, barat dan utara pembatas Pemasangan Geomembran serta Geotextile Sistem Sanitary Landfill, tidak sepenuhnya dilakukan. Sehingga kondisi gundukan tanah penahan tebing rawan longsor yang berakibat fatal dapat menutupi sistim drainase di sekeliling TPA.

Akibat kondisi tersebut, diduga volume pemasangan batu bronjong tidak sesuai dengan perencanaan awal dan rawan untuk mengurangi bahan materil yang dapat merugikan penyelenggara.                              

Guna mempertanyakan kondisi pembangunan TPA II Muara Fajar tersebut, riaueditor.com mencoba mendatangi Kantor Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Riau yang beralamat di Jalan SM Amin No 92 Pekanbaru pada Selasa (10/1/2017).

Namun, Pejabat Pembuat Komitmen Persampahan itu, tidak berhasil ditemui. Lantaran, menurut dari salah satu penjaga kantor satker tersebut, menyatakan pejabat yang dimaksud sedang tidak berada di kantornya.

Tak ingin ketinggalan informasi, awak media ini mencoba menghubungi Kasatker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Riau yang saat ini dipimpin oleh Afrizal K. Namun upaya konfirmasi tetap gagal, lantaran nomor ponsel kasatker itu sedang tidak aktif, pesan singkat pertanyaan yang dikirim juga belum berbalas hingga berita ini dimuat.

Hal yang sama tidak jauh beda dengan R Yudi DW, selaku pengawas proyek TPA II Muara Fajar yang dipercayakan PT BJG selaku kontraktor pelaksana juga tidak bersedia memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut. (rec)              

 

Berita Terkait

Peristiwa

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu