Pencari Kayu Mahang Diterkam Harimau di Sungai Apit, BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi

Andi - Kamis, 05 September 2024 11:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/09/_7099_Pencari-Kayu-Mahang-Diterkam-Harimau-di-Sungai-Apit--BBKSDA-Riau-Lakukan-Mitigasi.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Tim BBKSDA Riau menjenguk korban yang mengalami interaksi negatif dengan harimau di Sungai Apit.(Foto: BBKSDA Riau)
PEKANBARU - Pascaterjadinya konflik antara satwa harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Rabu (4/9/2024), Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam (BBKSDA) Riau langsung melakukan mitigasi di lokasi kejadian.

Di lokasi, tim WRU BBKSDA Riau telah melakukan koordinasi dengan para pihak di tingkat tapak, baik denagn BPBD, Pemdes setempat serta TNI/Polri di desa. Tim BBKSDA Riau juga memasang camera trap untuk memantau pergerakan satwa dilindungi itu.

Kepala BBKSDA Riau, genman Hasibuan, S. Hut, MM menjelaskan, laporan Tim BBKSDA Riau Resor Siak, lokasi kejadian di Kampung Mengkapan tersebut merupakan APL yang berada pada sempadan dengan Sungai Rawa. Wilayah ini bagian dari daerah jelajah dan kantong Harimau Sumatera Semenanjung Kampar.

"Kita melakukan patroli gabungan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Juga melakukan edukasi terhadap interaksi negatif dengan satwa liar, khususnya harimau sumatera," terang Genman Hasibuan.

Tim BBKSDA Riau juga sudah menjenguk korban di kediamannya Desa Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit.

Dari keterangan korban Jon Hendri (40), saat itu dirinya bersama dua rekannya sedang bekerja menebang pohon mahang. Sekitar pukul 12.00 WIB mereka beristirahat, korban Jon Hendri duduk sendiri berjarak dari kedua rekannya.

Saat sedang beristirahat itulah si raja hutan menerkam. Dua rekan korban yang mendengar teriakan minta tolong langsung mendatangi korban.

Akibat terkaman harimau, Jon Hendri mendapat luka serius di bagian kepala. Rekan korban langsung memberikan pertolongan. Korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan bantuan medis.

Pihak BBKSDA Riau mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bertindak anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi. Masyarakat yang berada di sekitar habitat Harimau Sumatera agar bisa beradaptasi dengan keberadaan harimau tersebut.

"Hindari aktivitas di hutan sendiri di malam harimdi mana waktu ity merupakan waktu aktif harimau sumatera," ujar Genman Hasibuan.

Selain itu, masyarakat juga tidak melakukan perburuan terhadap satwa mangsa yang menjadi makanan harimau sumatera.

"Semoga ke depannya tidak terjadi lagi interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar," tutup Kepala BBKSDA Riau ini.(Andi)

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Mencuci di Sungai, Perempuan Suku Akit Tewas Diserang Buaya

Peristiwa

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Peristiwa

Belasan Gajah Liar Dewasa Masuk Perkebunan Warga Muara Fajar

Peristiwa

Suparman dan Iwan Pansa Saling Lapor, Polisi Teliti Dua LP

Peristiwa

Januari hingga April 2026, DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular, Mulai Piton hingga Kobra

Peristiwa

Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR