Longsor di Tembilahan Hulu, Pemkab Inhil Tetapkan Status Darurat Bencana

Redaksi - Selasa, 09 Juli 2024 11:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/07/_8648_Longsor-di-Tembilahan-Hulu--Pemkab-Inhil-Tetapkan-Status-Darurat-Bencana.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Longsor di Tembilahan Hulu. Pemkab Inhil telah menetapkan status darurat bencana.(Foto: Ist)
PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menetapkan status tanggap darurat bencana alam abrasi di Kelurahan Tembilahan Barat Kecamatan Tembilahan Hulu.

Satus tersebut ditetapkan kemarin sore usai digelar pertemuan mendadak bersama instansi terkait, mulai Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial dan Dinas Perhubungan. Lintas instansi juga dilibatkan mulai Kodim, Polres setempat.

Pertemuan digelar tidak lama setelah terjadinya musibah longsor di tepian sungai parit enam Tembilahan Hulu.

"Kemarin sore kita tetapkan status tanggap darurat bencana alam abrasi. Karena ini situasional bersifat segera, untuk administrasi kita juga sedang menyiapkan termasuk langkah-langkah yang dilakukan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah, Selasa (9/7/24).

Menindaklanjuti status itu, Pemkab juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hari ini tim BBWS akan meninjau langsung kondisi lapangan terjadinya longsor. Selain itu, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui BPBD.

"Kita berharap koordinasi kita lakukan usai tanggap darurat kemarin sore akan ada solusi jangka panjang," ujar Arliansyah.

Di antaranya soal penanganan bibir sungai, lokasi terjadinya longsor yang berdekatan dengan badan jalan. Jika tidak diantisipasi cepat, dikhawatirkan dalam waktu tidak lama abrasi semakin parah hingga menyeret badan jalan ke sungai.

Sebagian jalan lintas yang kini dalam keadaan retak tersebut, merupakan satu-satunya akses menghubungkan dari Rumbai Jaya Kecamatan Tempuling ke Kota Tembilahan. Status jalan lintas sendiri adalah milik provinsi.

"Solusi ini kita harapkan jangka pendek, bagaimana abrasi ini tak berdampak ke badan jalan. Kemudian jangka panjang ada solusi permanen membuat turap termasuk perbaikan jalan yang retak," papar Arliansyah.

Akibat longsor di Parit Enam Tembilahan Hulu tersebut tercatat sebanyak lima rumah rusak berat, satu lagi rusak sedang. Total ada 16 jiwa terdampak dengan jumlah enam kepala keluarga.

"Kalau kepala keluarga terdampak ada enam. Tapi jiwa kesuruhan ada 16 orang. Satu rumah di antara yang terkena longsor dihuni kos-kosan," papar Arliansyah. (mer)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi

Peristiwa

Gempa NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Warga Terdampak

Peristiwa

Data Sementara Gempa NTT: 14 Meninggal, Ribuan Mengungsi

Peristiwa

Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

Peristiwa

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Peristiwa

Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai