Ngeri! Angkutan Tanah Urug Kembali Bikin Jalan Lintas di Rohil Kembali Berlumpur dan Licin

Redaksi - Kamis, 06 Juni 2024 19:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2024/06/_3085_Ngeri--Angkutan-Tanah-Urug-Kembali-Bikin-Jalan-Lintas-di-Rohil-Kembali-Berlumpur-dan-Licin.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Jon
ROHIL - Jalan Lintas Nasional penghubung Provinsi Riau-Sumatera Utara (Sumut) tepatnya di Balam KM 12-17 Kepenghuluan Bangko Bakti ditutupi lumpur sepanjang 5 kilometer. Kondisi ini membahayakan pengendara karena rawan lakalantas.

Dari pantauan awak media di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya dari Balam Kepenghuluan Bangko Bakti Kecamatan Bangkopusako Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 13.30 WIB, telihat ruas jalan dipenuhi lumpur tanah kuning (tanah urug) atau tanah timbunan yang berceceran di jalan.

Para pengendara motor dan mobil yang melintas pun memperlambat laju kendaraannya.

"Kita harus ektra hati-hati melintasinya bang. Jalan licin, kemarin seorang pengendara udah jadi korban laka tunggal tergelincir akibat jalan licin berlumpur ini. Kondisinya memang rawan lakalantas," kata Sakban, warga Bangko Bakti Kamis (6/6/2024).

Dirinya berharap pemerintah segera memperhatikan persoalan ini. Jangan sampai warga masyarakat menjadi korban akibat tanah timbun yang berserakan di Jalan Lintas Riau-Sumut itu.

Tanah timbun yang berserakan ini kata Sakban lagi akibat muatan dari truk yang mengangkut tanah timbun atau tanah urug ke lokasi well, untuk pembuatan tapak baru well milik Pertamina Hulu Rokan (PHR).

"Salah satunya akibat truk pengangkut tanah urug di wilayah kerja well di Kecamatan Bangkopusako. Ditambah lagi tidak adanya pembersihan Roda kendaraan tersebut, tanah yang lengket di roda ikut menempel di aspal jalan. Kita berharap pemerintah segera selesaikan persoalan ini." pungkas Sakban.

Hal senada juga dikatakan Isab. Jalan lintas Riau-Sumut ini jika habis hujan pasti berlumpur. Pasalnya, kendaran berat dari PHR maupun kontraktor PHR yang keluar masuk dari well atau pengambilan tanah urug yang ada di wilayah Bangko Bakti ini, wilayah atau daerahnya rata-rata masih tanah kuning.

"Tentu setiap kendaraan yang hilir mudik keluar masuk di daerah pengambilan tanah urug tanah kuning, terlebih saat musim hujan akan berlumpur. Inilah nasib yang diterima warga Bangko Bakti. Jika hujan berlumpur, Jika kemarau berdebu," tandas Isab.(Jon)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sinergi Bangun Desa: PT Conch dan Pemdes Tualang Teken MoU Pembangunan Jalan Kampung

Peristiwa

Stafsus Menteri ATR/BPN Bahas Verifikasi Tanah Adat Bersama LAMR

Peristiwa

Agung Nugroho: Perbaikan Jalan Tahun Ini Harus Lampaui 42 Km

Peristiwa

Pemkab Siak Ambil Langkah Tegas Cegah Kerusakan Jalan

Peristiwa

Wali Kota Pekanbaru Hadiri Raker PHRI Riau 2026, Siap Kolaborasi

Peristiwa

Jelang Lebaran, Jalan Rusak di Pekanbaru Kembali Mulus