Kabid SMA Dinas Pendidikan Riau Bersama Tiga Kontraktor Didakwa Korupsi Gedung Sekolah

Harijal - Rabu, 05 Juli 2023 20:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/07/3fa002072023_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Dok. Bertuah Pos

PEKANBARU – Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau tahun 2017, Drs Khairil Anwar bersama tiga kontraktor, Senin 3 Juli 2023 diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Keempatnya didakwa korupsi pembangunan gedung baru SMAN 1 Tembilahan.

Tiga kontraktor tersebut yakni, Dian Anggraini, Direktur CV Rejaya Anugrah dan Penyedia Jasa atau Pelaksana Kegiatan pada pekerjaan Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tembilahan di Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Anggaran 2017, M Faisal Lutfi, selaku Penyedia Jasa atau Pelaksana Kegiatan dan Syamsuddin Sitorus ST, Direktur PT Calvindam Jaya sebagai Konsultan Pengawas.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Indragiri Hilir, Andra Vasri SH dan Ade Maulana SH MH, disebutkan, keempatnya secara bersama-sama secara melawan hukum, telah menerima hasil pekerjaan kegiatan Pembangunan Unit Sekolah Baru pada SMAN 1 Tembilahan Tahun Anggaran 2017 dan telah melakukan pencairan anggaran 100 persen. 

Sementara kegiatan tersebut berdasarkan pemeriksaan fisik oleh Ahli terdapat kekurangan atau penurunan volume dan mutu sehingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu sebesar Rp325.813.011 sesuai dengan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal ini akibat Terdakwa Khairil Anwar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan Pembangunan USB pada SMAN 1 Tembilahan TA 2017 telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu; 

Terdakwa tidak melakukan pengawasan dan pemeriksaan; Terdakwa tidak melakukan Penilaian Pekerjaan Sementara; Terdakwa dalam masa pelaksanaan pekerjaan tidak melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia jasa; Terdakwa tidak melakukan penilaian atas hasil pekerjaan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan.

Terdakwa Khairil Anwar juga tidak melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan dan tidak memberitahukan penyedia jasa secara tertulis atas adanya cacat mutu pada pekerjaan. Terdakwa selaku Pejabat Pembuat Komitmen tidak mempedomani ketentuan atau tidak sesuai dengan ketentuan.

Perbuatan terdakwa diancam sesuai Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Ayat (1) huruf a dan huruf b, Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor : 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor : 20 Tahun 2001Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

sumber: bertuahpos.com

Berita Terkait

Peristiwa

Penerima Bansos Agar tak Terlibat Pinjol dan Judol

Peristiwa

Diduga Rp500 Juta untuk Cari Proyek Pemerintah, Kini Muncul Permintaan Rp1,3 Miliar

Peristiwa

Syiar Dakwah, Azwendi Fajri Dukung Penuh Bengkel Da'i

Peristiwa

Soal Konflik Lahan di Rupat, Pemkab Bengkalis Buka Audiensi dengan Masyarakat

Peristiwa

Kemendukbangga/BKKBN RI dan Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Kampar Melek Isu Keluarga dan Stunting

Peristiwa

Legislator PKS Minta 30 Korporasi Karhutla Ditindak Tegas