PEKANBARU - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari, menanggapi pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau SF Hariyanto yang dianggap merendahkan derajat sosial wartawan saat mengklarifikasi gaya hedon isterinya yang viral di media sosial.
"Menurut saya itu menjadi hal yang tidak penting mengingat pers itu memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa ini," kata Atal S Depari lewat telekomunikasi, Ahad (2/4/2023).
Menurut Atal, seorang pejabat itu harus mendapat sorotan dari segala aspek terutama berkaitan dengan kinerjanya.
"Wartawan juga tetap pada fungsinya sebagai pengawal demokrasi," katanya.
Silahkan, demikian Atal, para pejabat mau menilai wartawan itu seperti apa, namun pers akan tetap berjalan dan menjalankan fungsinya dengan baik, mengawal demokrasi dan menyorot kinerja para pejabat termasuk Sekda Riau.
Merendahkan PersSebelumnya, setelah kasus viral 'hedonisme' isteri dan anaknya, kali ini Sekretaris Daerah (Sekda) Riau SF Hariyanto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang dianggap telah menghina mencemarkan nama baik dan merendahkan profesi wartawan.
Dalam video berdurasi kurang dari 1 menit yang beredar di sejumlah media sosial, SF Hariyanto mengungkap klarifikasi atas gaya hidup isterinya yang kerap menggunakan barang-barang mewah, namun menyinggung, membandingkan serta merendahkan status sosial wartawan.
"Tapi kalau isteri saya pakai yang palsu, pasti orang akan tetap bilang itu (tas) yang asli. Ya itulah, mungkin gantungannya itu yang bagus, tapi ya sudahlah," kata SF Hariyanto dalam video singkat tersebut.(*)