Dispora Riau akan Hitung Kerugian Kerusakan Stadion Utama Akibat Kerusuhan Suporter

Harijal - Jumat, 23 September 2022 18:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2022/09/4a764e092022_untitled10.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
istimewa

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau akan segera menurunkan tim untuk mengitung kerugian aset Stadion Utama yang dirusak oleh suporter PSPS ketika laga kandang PSPS Riau menjamu PSMS Medan, Kamis (22/9/2022) sore. 

Demikian disampaikan Kepala Dispora Provinsi Riau, Boby Rachmat saat dikonfirmasi terkait kerugian atas kerusakan aset Stadion Utama Riau, Jumat (23/9/2022) di Pekanbaru. 

"Untuk kerugian belum kita hitung. Tapi kita segera turun bersama tim untuk menghitung kerugian yang ada di Stadion Utama atas kejadian kemarin (pengerusakan)," kata Boby. 

Sebab menurut Boby untuk menghitung kerugian aset di Stadion Utama Riau tersebut harus turun bersama dengan Manajemen PSPS. 

"Tapi kalau titik kerusakan kita sudah tahu, yang nampak rusak itu kursi. Namun, kita akan lihat lagi nanti, siang nanti saya akan cek langsung ke Stadion Utama apa saja yang rusak di sana," terangnya. 

Dijelaskan dia, sebelum tim turun ke Stadion Utama Riau, pihaknya akan memanggil pihak panitia pelaksana (Panpel) lokal laga kandang PSPS lawan PSMS Medan. 

"Nanti kita hitung bersama kerusakan aset Stadion Utama bersama Panpel. Kalau sempat hari kita panggil Panpel, tapi saya akan cek dulu kondisinya siang ini," tukasnya. 

Sebelumnya, Boby mengatakan, kerusakan yang terjadi di beberapa titik di antaranya di tribun utara Suporter PSPS Riau, yang tidak puas atas kekalahan tim kesayangan mereka dari PSMS, dengan skor 3-4. 

"Kita tentu sangat menyangkan atas kerusakan yang terjadi di Sadion Utama. Kursi-kursi yang rusak, patah dan tanggal, dan juga ada yang terbakar. Memang kita akui suporter PSPS sangat fanatik, apalagi setelah menelan kekalahan beruntun," ujar Boby. 

Atas kejadian ini, lanjut Boby, pihaknya meminta pertanggjawaban dari manajemen PSPS Riau untuk menyelesaikan perbaikan di tribun penonton yang rusak, dengan mengganti kerusakan bangku-bangku yang sudah tidak dipakai lagi. Kemudian pihaknya menutup sementara stadion utama untuk latihan PSPS Riau.

"Jadi untuk menyikapi kejadian yang terjadi, kami akan memanggil manajemen PSPS untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban, atas kerusakan yang terjadi di Stadion Utama, sebab sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati. Manajemen harus menyelesaikan perbaikan di stadion," sebut Boby.

"Untuk sementara stadion tidak bisa digunakan untuk latihan PSPS, sampai diselesaikannya perbaikan stadion. Kita sudah senang dengan hidupnya kembali persepakbolaan di Riau ini dengan adanya PSPS Riau. Namun ditengah perjalanan terjadi hal yang tidak kita inginkan, tentu kita berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," tukasnya.

Untuk diketahui, laga lanjutan Liga II Indonesia, PSPS Riau kembali menelan kekalahan untuk ketiga kalinya. Menjamu PSMS Medan dikandang sendiri PSPS dipermalukan dengan skor 3-4. 

(mcr)

Berita Terkait

Peristiwa

Kepengurusan KONI Kota Pekanbaru Resmi Dilantik, Tancap Gas PORKOT

Peristiwa

DPC PDIP Rohil Gelar Turnamen Mini Soccer Piala Muhar Riza

Peristiwa

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Peristiwa

Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria

Peristiwa

Penataan Tepian Sungai Sail, Pemko Gandeng Kemenko

Peristiwa

Parade Musik dan Bazar UMKM Sempena HUT Bengkalis Ke-514, Wabup: Wadah Kreativitas dan Penggerak Ekonomi