Negeri Ini Bertuan Bung! Ribuan Massa Ormas Melayu Gelar Aksi Damai di DPRD Riau

Harijal - Kamis, 09 Juni 2022 19:33 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2022/06/7cf312062022_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
har/re

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Ribuan massa dari berbagai ormas Melayu di Riau melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (9/6/2022) siang. Aksi ini sebagai kecaman atas aksi kebablasan yang dilakukan oknum ormas lain di Pekanbaru.

Aksi ini juga sebagai bentuk perlawanan terhadap bentuk pelecehan terhadap Gubernur Riau, Datuk Seri Setia Amanah Drs. H. Syamsuar, M.Si yang dilakukan oleh oknum ormas. Aksi oknum ormas tersebut dinilai tidak patut terjadi di Negeri Melayu Bumi Lancang Kuning yang sangat menghormati dan menjunjung tinggi adat istiadat.

Dalam aksi yang diikuti massa dari seluruh kabupaten/kota di Riau tersebut, beberapa orator terlihat bergantian menyuarakan aspirasinya. Yang paling ditekankan yakni bahwa "Riau Negeri bertuan".

Datuk Ismail Amir, Panglima Besar Lembaga Laskar Melayu Riau dalam orasinya menyampaikan, bahwa Riau adalah negeri bermarwah. Apa yang dilakukan oknum ormas tersebut menurutnya sudah melecehkan marwah dan harga diri orang Melayu.

Datuk Seri Setia Amanah, Syamsuar merupakan pemimpin negeri Melayu yang juga anak jati Melayu. Sudah sepatutnya pemimpin negeri Melayu ini dihormati dan dijaga marwahnya. 

"Aksi yang dilakukan oknum ormas tersebut telah melecehkan orang Melayu. Kita menjunjung tinggi hukum di Negara ini, menjunjung kebebasan berpendapat, namun lakukan dengan tidak melanggar adat istiadat. Riau ini negeri bertuan bung!," tegas Ismail Amir.

Atas hal tersebut, Ismail Amir meminta kepada Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk mengeluarkan titah adat. Bahwa aksi oknum ormas tersebut telah melanggar adat istiadat.

"Kami menjaga marwah sebagai orang Melayu, jangan sampai pemerintah diintervensi. Melayu menjaga marwah dan hidup terhormat," ucap Ismail Amir lagi.

Bangsa Melayu adalah bangsa yang terbuka dan bersahabat kepada siapa saja. "Silahkan mencari kekayaan di negeri kami, tapi jangan engkau coba usik marwah kami, harga diri kami, kami akan lawan" tegas Ismail Amir yang disambut dengan teriak takbir dari massa.

Lagi ditegaskan, bahwa orang Melayu menjunjung tinggi hukum dan tak akan melanggar peraturan yang ada di Negara ini. "Kami tunjukkan bahwa Riau ini negeri bertuan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, beberapa perwakilan ormas turut memberikan orasi secara bergantian. Termasuk juga perwakilan dari unsur mahasiswa Melayu.

Aksi ini disambut langsung oleh unsur pimpinan di DPRD Riau. Tampak di antaranya Robin P Hutagalung dan Zulkifli Indra dari Fraksi Demokrat DPRD Riau.

Di hadapan massa aksi, Zulkifli Indra sangat mengapresiasi aksi ormas Melayu dari berbagai ormas di Riau hari ini. Saat itu juga Zulkifli Indra langsung menerima aspirasi peserta aksi yang akan diteruskan kepada pimpinan DPRD Riau.

Tak terjadi gejolak dalam aksi damai tersebut. Usai aksi, ribuan massa membubarkan diri dengan tertib.(ndi)

Berita Terkait

Peristiwa

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Peristiwa

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus

Peristiwa

Lagi, 150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Peristiwa

Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wali Kota Agung Terima Penghargaan

Peristiwa

DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI Kampar dan Anggota Legislatif PKS

Peristiwa

Terpilih Aklamasi, Achmad Faisal Reza Ketua Umum KONI Pekanbaru 2026-2030