Anak Berusia 12 Tahun Tewas Diduga Diterkam Harimau di Areal PT MSK

Harijal - Kamis, 04 November 2021 10:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/11/7ae531112021__7035_anakberusia12tewasdidugaditerkamharimaudiarealptmsk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

PEKANBARU - MS, ABG berusia 12 tahun dilaporkan tewas, diduga akibat serangan harimau Sumatra di Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Minggu (31/10/2021) malam.

BKSDA Riau mengetahui tewasnya MS, setelah mendapat laporan konflik satwa liar dari Kepala Unit PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa (MSK), Desa Teluk Kabung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, M Mahfud menjelaskan, korban dilaporkan diserang satwa liar yang diduga harimau sumatera terhadap korban berinisial MS, anak salah satu pekerja pada Perusahaan PT Usaha Berkat Fangarato (UBF) salah satu kontraktor penanaman di PT MSK.

“Hasil pengecekan tim lokasi kejadian konflik merupakan lokasi sedang dilakukan aktivitas penanaman,” jelas Mahfud.

Menurut kronologis kejadian penyerangan yang disebutkan saksi-saksi, kejadian diperkirakan terjadi Minggu (31/10/2021), sekitar pukul 00.05 WIB. Berawal saat ibu korban mendengar jeritan minta tolong anaknya yang sedang tidur bersamanya di dalam Camp (pondok kerja).

Seketika ibu korban terbangun dan melihat samar melihat anaknya seperti diseret keluar dari pondok kerja. Sehingga ibunya langsung keluar pondok, namun tidak melihat keberadaan anaknya yang saat itu suasana begitu gelap.

Untuk membantu penglihatan, ibu korban masuk ke pondok dan mengambil senter. Kemudian, mencari keberadaan anaknya.

“Lebih kurang 60 meter dari camp, korban ditemukan ibunya dalam kondisi meninggal dunia dengan bekas luka cakaran dan gigitan di bagian kepala serta tengkuk korban,” jelas Mahfud.

Dilanda kepanikan melihat kondisi anaknya tersebut, ibu korban langsung meminta teman sesama pekerja di Camp di sekitar lokasi.

“Menurut keterangan tim yang turun kelapangan saat kejadian bapak korban tidak berada di Camp karena sedang belanja keperluan untuk lokasi kerja,” jelas Mahfud.

Selanjutnya, dibantu pekerja lainnya langsung menghubungi keluarga korban yang berada di PT Bina Duta Laksana (BDL) dan menghubungi Security PT MSK.

Tiba sekitar pukul 01.05 WIB, pihak Security PT MSK langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke Pos P3K dalam kondisi sudah meninggal.

“Membantu mengetahui penyebab kematian MS, dilakukan visum oleh pihak kepolisian dan medis dengan hasil diagnosis awal kematian disebabkan oleh gigitan binatang buas. Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan,” ungkap Mahfud.

Paska dilaporkan, Mahfud mengatakan, pihaknya langsung memerintahkan Resort Balai Besar KSDA terdekat menyampaikan belasungkawa terhadap korban, bersama dengan pihak perusahaan serta bersama sama dengan pihak perusahaan dan TNI melakukan mitigasi konflik satwa.

“Jadi hasil investigasi di lokasi, tim menemukan bekas cakaran pada dinding pondok kerja yg terbuat dari plastik terpal dan jejak yang diduga adalah jejak satwa liar Harimau Sumatera,” ujar Mahfud.

Selanjutnya mencegah konflik susulan, Tim di lapangan langsung melakukan sosialisasi serta himbauan kepada karyawan yang ada di sekitar kejadian agar hati-hati dan waspada serta tidak melakukan aktivitas pada waktu pagi dan sore hari.

Tim juga menyampaikan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian agar tidak memasang jerat atau melakukan tindakan anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk harimau sumatera.

Sedangkan, tindakan pihak perusahaan memutuskan untuk menghentikan aktifitas sementara dan memindahkan seluruh pekerja yang berada di TKP dan sekitarnya ke camp induk PT MSK.

“Tim dilapangan juga memasang camera trap di lokasi kejadian sebanyak 3 unit. Kemudian, tanggal 1 November 2021 Balai Besar KSDA Riau melaksanakan rapat bersama para pihak untuk merumuskan rencana tindaklanjut penanganan konflik,” kata Mahfud.

Kemudian, untuk rencana tindak lanjut, saat ini tim di lapangan sedang melakukan identifikasi terhadap individu satwa yang berkonflik dengan penambahan pemasangan camera trap sebanyak 10 unit yang mencakup wilayah konsesi dan sekitarnya.

Untuk mengetahui satwa yang menyerang MS, tim juga memasang umpan pada titik titik tertentu dalam rangka menarik pergerakan satwa ke camera trap. Kemudian, memasang jerat di sekitar jalur jelajah satwa bersama pihak terkait.

“Tim di lapangan juga turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada pusat-pusat aktivitas kerja. Selanjutnya, mengusulkan pihak perusahaan untuk merubah pola penempatan pondok kerja lapangan (mobile camp) menjadi lebih terpusat sehingga para pekerja bisa lebih terkontrol dan saling menjaga serta lebih menjamin keamanan dari serangan satwa liar,” kata Mahfud.

Upaya sosialisasi terkait mitigasi konflik juga dilakukan terhadap para pekerja dan pihak yang berada di sekitar lokasi serta mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan peran satgas penanganan konflik dan melakukan patroli secara mobil.

“Kami menghimbau semua pihak yang memiliki izin yang di dalamnya merupakan wilayah jelajah pergerakan harimau sumatera agar bisa menciptakan kondisi kerja yang bersahabat dan lebih antisipatif. Dengan peningkatan pengawasan melalui patroli baik pengawasan pekerjaan maupun aktivitas ilegal, seperti perburuan atau pemasangan jerat, melakukan himbauan kewaspadaan secara rutin, melakukan operasi sapu jerat, melakukan monitoring satwa liar secara rutin, dan melaporkannya,” pungkas Mahfud. (**)

Berita Terkait

Peristiwa

Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026

Peristiwa

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris

Peristiwa

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Peristiwa

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Peristiwa

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau

Peristiwa

Aniaya Korban Hingga Babak Belur, Komplotan Debt Collector di Pekanbaru Diringkus