Gubernur Riau Peringati Hari Santri di Pelalawan

Harijal - Jumat, 22 Oktober 2021 13:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/10/4fd1ea102021_gubernurriauperingatiharisantri.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Riau H Syamsuar pada upacara peringatan Hari Santri tahun 2021 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (22/10/2021).

PELALAWAN - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar berpesan agar Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Provinsi Riau tidak hanya mempersiapkan kader ulama, tetapi juga bisa mempersiapkan para santri yang siap berwira usaha muda. 

Hal itu bertujuan, selesai melakukan pendidikan di Ponpes. Para santri bisa mandiri, bekerja, berusaha, bahkan juga diharapkan dapat menciptakan peluang-peluang usaha ekonomi kreatif. 

Apalagi, kata Gubri dalam tantangan dan cobaan dikalangan anak muda saat ini yang mengharuskan para santri siap mengadapi kondisi apapun dimasa yang akan datang. 

"Tentunya dengan pendidikan, keimanaan, ketakwaan, dan akhlak diharapkan menjadi perhatian anak-anak santri. Sehingga santri siap bekerja, siap menjadi kader ulama, dan mereka juga siap menjadi anak-anak bangsa yang dibanggakan. Untuk memimpin tanah air dimasa yang akan datang," kata Gubri ketika menjadi Inspektur dalam upacara peringatan Hari Santri tahun 2021 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pelalawan, Jumat (22/10/2021). 

Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menghadirkan tema yang berbeda setiap tahunnya. Ditahun ini, Hari Santri mengangkat tema "Santri Siaga Jiwa Raga".

Tema ini bermaksud bentuk pernyataan sikap Santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia. 

Lanjut Gubri, Siaga Jiwa berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai dan ajaran Islam Rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. 

"Bila zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia," kata Syamsuar saat membacakan amanat Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas. 

Sedangkan Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu, santri tidak pernah Lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia. 

"Jadi, Siaga Jiwa Raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santri tentang ilmu dan akhlak. Melainkan juga tazkiyatun nafs, yaitu mensucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai ‘tirakat’ lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya. (MC)

Berita Terkait

Peristiwa

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih

Peristiwa

Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026

Peristiwa

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris

Peristiwa

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Peristiwa

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Peristiwa

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau