Gubri dan Wagubri Tebar 6.000 Benih Ikan Patin di Desa Cipang Kiri Hulu Rohul

Harijal - Kamis, 21 Oktober 2021 12:51 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/10/b9cfbe102021_gubridanwagubritebar6000benih.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menebar 6.000 ekor benih ikan patin

ROKAN HULU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar bersama Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution menebar 6.000 ekor benih ikan patin sekaligus pemberian bantuan 100 kilogram pestisida kepada masyarakat di Desa Cipang Kiri Hulu Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (21/10/21).

Gubri mengungkapkan, kegiatan semai bibit ikan dan pemberian bantuan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus Kunjungan Kerja (Kunker) Gubri dan Wagubri ke Kabupaten Rohul.

Ia menerangkan, bibit ikan tersebut diberikan karena wilayah Desa Cipang Kiri Hulu Rokan IV Koto sungainya masih terjaga dan masih bersih sekali bahkan ada juga yang dinamakan sungai larangan untuk menjaga kelestarian ikan dan sungai yang ada di sana.

"Mari kita jaga adat budaya seperti cinta lingkungan dan jaga ikan agar tidak habis," ucapnya.

Orang nomor satu di Riau ini mengharapkan tidak muncul tambang liar di Rokan Hulu. Karena sebutnya, tambang itu mengandung mercury sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

"Kami harapkan kalau ada kegiatan penambangan, mohon dihindari. Karena penambang menggunakan mercury mengganggu kesehatan menyebabkan kanker," sebutnya.

Syamsuar mengatakan, dalam pembangunan sebuah daerah khususnya desa, maka diperlukannya kerja sama semua pihak. Baik itu pihak pemerintah provinsi, pemerintah daerah, pihak swasta, pemerintah desa dan seluruh lapisan masyarakat yang ada.

Ia menuturkan, dengan adanya kerja sama dan menggunakan kemampuan dari masing-masing elemen, maka sebuah desa akan bisa lebih maju dan masyarakatnya bisa sejahtera.

"Salah satu contohnya Desa Koto Masjid Kabupaten Kampar. Dulunya Kota Masjid itu tenggelam karena PLTA, tapi sekarang banyak pariwisata dan bahkan terkenalnya dengan Kampung Patin. Ini semua karena inisiatif dari kepala desa dan masyarakat lnya," ujarnya.

Gubri berharap dengan didorongnya infrastruktur oleh pemerintah maka diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

"Kesempatan kita menggerakkan ekonomi apa yang menjadi potensi di sini. Kembangkan potensi yang ada itu," ucapnya.

Mantan Bupati Siak ini menambahkan, jika sebuah desa ingin mengembangkan desa wisata. Maka perlu dibangun kreatifitas masyarakatnya, sehingga potensi khas yang ada di desa bisa digali dan makanan khasnya bisa di kembangkan.

"Kalau ingin desa wisata semakin maju, masyarakatnya perlu diberikan pelatihan khusus untuk mengembangkan potensi desanya," tutupnya. (MCR)

Berita Terkait

Peristiwa

Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih

Peristiwa

Kepsek SMAN Plus Riau Ingatkan Calon Peserta Didik Lulus SPMB Daftar Ulang Ulang 8-10 Mei 2026

Peristiwa

Tim Pelatnas Taekwondo Indonesia Sabet 4 Medali di British Taekwondo International Open 2026 Manchester, Inggris

Peristiwa

Ketua DPD PKS Kampar Titip Doa untuk Kemajuan Daerah Kepada Jamaah Haji

Peristiwa

PSPS Pekanbaru Tundukkan Sumsel United 2-0

Peristiwa

Ini 13 Sapi Jumbo yang Diusulkan untuk Bantuan Presiden Iduladha 1447 H di Riau