Antisipasi Kerumunan, Kasrem 031/WB Sarankan Vaksinasi di Lapangan Terbuka

Harijal - Rabu, 11 Agustus 2021 14:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/08/27fd5c082021_antisipasikerumunankasrem031wb.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kasrem 031 Wira Bima, Kolonel Inf Junaidi M SSos MSi

PEKANBARU - Kasrem 031 Wira Bima, Kolonel Inf Junaidi M SSos MSi, minta pihak penyelenggara vaksinasi COVID-19 di Riau agar bisa menetapkan lokasi vaksinasi. Pasalnya, pelaksanaan vaksinasi di Riau ini juga menjadi sorotan dari pusat bisa mengundang penyebaran kasus COVID-19. Terutama di Kota Pekanbaru

"Kerumunan vaksinasi ini juga menjadi salah satu penyumbang penyebaran COVID-19. Maka itu saya berharap seluruh daerah di Riau bisa lebih kreatif dalam pelaksanaan vaksin ini. Sehingga penanganan COVID-19 bisa terwujud dengan maksimal," Kata Kasrem 031 Wira Bima, Kolonel inf Junaidi saat mengikuti Rapat Koordinasi Satgas COVID-19 Provinsi Riau bersama Forkopimda, Bupati / Walikota se - Riau. Rabu (11/8) di Gedung Daerah Riau, Pekanbaru.

Untuk mengatasi kerumunan ini, Kasrem menyarankan untuk memanfaatkan lapangan terbuka, gedung yang memiliki kawasan luas dan siklus udara yang bagus. Artinya, saat pelaksanaan vaksinasi tersebut, protokol kesehatan bisa berjalan dan vaksinasi lancar sesuai tujuan meningkatkan kekebalan tubuh.

"Di daerah kita ini juga banyak lapangan yag cukup luas, seperti stadion, Batalyon Brimob, Asrama Pancasila dan lainya. Begitu juga gedung-gedung yang bisa dimanfaatkan dengan baik," jelasnya

Lebih jauh, Kasrem juga menyampaikan, jika sebelumnya Pangdam I Bukit Barisan juga pernah menegur pelaksanan vaksinasi di Kota Pekanbaru. Karena selain berkerumunan juga viral di Medsos yang juga menjadi acuan dan penilaian bagi masyarakat ditengah pengetatan himbauan tidak berkerumunan.

Untuk itu, sekali lagi ia meminta kepada seluruh jajaran pimpinan di daerah, termasuk Kodim jangan malas untuk masalah ini. Karena kerumunan vaksin ini juga bisa menjadi salah satu penyebab angka COVID-19 di Riau.

"Saya juga minta maaf atas penegasan ini, tapi memang itulah kenyataan yang masih terjadi. Jangan kita bangga vaksin banyak sementara penyelenggaraan vaksin kita juga sebagai penyumbang pasien terkomfirmasi positif COVID-19," tuturnya.

Saran Kasrem tersebut ditanggapi langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Menurutnya, jika kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi memang masih terjadi. Sehingga ini juga menjadi evaluasi kedepan dan bisa dioptimalkan lagi dengan baik. 

"Kita sangat berterimakasih kepada Kasrem atas saran ini, diharapkan bisa menjadi perhatian bagi seluruh jajaran di seluruh daerah untuk pelaksanaan vaksin kedepan," kata Gubri.

Untuk mengantisipasi kerumunan vaksinasi ini, Gubernur Riau juga mengharapkan peran dan dukungan TNI maupun Polri dalam penyelenggaraan di lapangan. Sehingga antisipasi kerumunan bisa diatasi dengan maksimal.

"Semua ini juga tidak lepas dari sinergitas  semua pihak dalam penanganan COVID-19 kedepan. Mudah-mudah dengan sinergitas bersama ini pandemi COVID-19 bisa kita atasi dan segera berakhir di Riau," tutur Gubernur Riau.

Berita Terkait

Peristiwa

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Peristiwa

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Peristiwa

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Peristiwa

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Peristiwa

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Peristiwa

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal