Satgas Covid-19: Kasus Aktif Corona di Indonesia Melebihi Dunia

Harijal - Minggu, 18 Juli 2021 19:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/07/9d1762072021_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pekerja yang mengenakan masker melintasi terowongan Kendal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 bertambah 9.321 kasus baru pada Kamis ini. Total kasus positif Corona di Tanah Air menjadi 797.723, sembuh 659.437, dan meni

JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa tingkat penyebaran virus corona di Indonesia melonjak drastis sejak dua bulan lalu. Bahkan, menurut Wiku, kasus aktif di Indonesia sudah melebihi dunia.

"Per 17 Juli 2021 kemarin, penambahan kasusnya cukup banyak, di atas 51 ribu, naik 10 kali lipat dibanding dua bulan lalu yang masih diangka 4 ribu hingga 5 ribu. Jumlah kasus aktif kita sudah melebihi di dunia," ujar Wiku dalam diskusi virtual, Minggu (18/7/2021).

Wiku menyebut, atas peningkatan kasus ini, pemerintah menerbitkan program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali. PPKM mikro juga masih diberlakukan di beberapa wilayah di Tanah Air.

Tujuannya untuk menimaliasasi potensi terjadinya penularan Covid-19 yang kian masif.

"Ini harus kita rem. Kita enggak boleh membiarkan kondisi ini terus terjadi, karena ini adalah nyawa," kata Wiku.

Terkait dengan momen Hari Raya Idul Adha yang akan berlangsung dalam waktu dekat, Wiku menyarankan masyarakat mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Satgas sudah mengeluarkan edaran untuk Idul Adha, karena melihat sebelumnya meski kita meniadakan mudik, namun masu tetap nekat dan akhirnya kasus meledak. Dan kemudian memang ada varian delta yang lebih mudah menular, dan sekarang kita sedang menekan untik tidak menulari," kata Wiku.

Larang Aktivitas Berkerumun

Wiku menyatakan pemerinah melarang adanya aktivitas yang menimbulkan kerumunan. Bahkan, Wiku melarang adanya silaturahmi secara langsung. Sebab, penyebaran virus di lingkungan keluarga masih masif terjadi. Wiku menyarankan, silturahmi bisa dilakukan secara virtual.

"Makanya kita membuat edaran agar tidak ada kerumunan, ini harus kita waspadai, yang penting kita membatasi mobilitas, kita membatasai silaturahmi, melarang wisata, dan membatasai ibadah itu sendiri," kata Wiku.

Wiku meminta masyarakat untuk memahami kondisi Indonesia yang tengah tidak baik-baik saja. Menurutnya, mobilisasi masyarakat sudah bisa ditekan, namun penularan virus Corona Covid-19 masih terjadi lantaran silaturahmi yang tetap berjalan.

"Karena ada kluster keluarga, warga masih bersilaturahmi satu sama lain, makanya kami keluarkan edaran agar silaturahmi via virtual saja. Takbir keliling ditiadakan, salat Idul Adha berjamaah (di masjid/lapangan) ditiadakan, dan pelaksanaan penyembelihan dan pembagian kurban harus diminimalkan kontak fisik. Dilarang ada pembagian daging kurban yang menimbulkan kerumunan," kata dia.

(sumber: Liputan6.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka

Peristiwa

Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan

Peristiwa

Ganggu Pembangunan Drainase, Pedagang di Jalan Teratai Diultimatum untuk Pindah

Peristiwa

Peringati HUT ke-81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning

Peristiwa

Skandal Paspor Ganda, Ancaman Serius Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia