Melonjak, 12.624 orang Hari Ini Terpapar Covid-19, 7.350 orang Sembuh dan 277 Meninggal

Harijal - Kamis, 17 Juni 2021 19:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2021/06/d3ab9f062021_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi Covid-19 (ShutterStock)

JAKARTA - Kembali dilaporkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia.

Pada hari ini, Kamis (17/6/2021) terdapat 12.624 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Total akumulatifnya menjadi 1.950.276 orang hingga saat ini di Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Untuk kasus sembuh pada hari ini bertambah 7.350 orang. Total akumulatif sampai kini ada 1.771.220 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, diiringi pula penambahan kasus meninggal dunia 277 orang pada hari ini. Jadi, total akumulatifnya 53.753 orang meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Rabu 16 Juni 2021, pukul 14.00 WIB hingga hari ini pada jam yang sama.

Penilaian Pakar

Ilustrasi COVID-19. Foto: (Ade Nasihudin/Liputan6.com).

Pemerintah disebut salah kaprah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 selama ini. Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Ede Surya Darmawan mengatakan, penanganan pandemi dengan mengedepankan ekonomi, membuat Indonesia sulit lepas dari kungkungan pandemi itu sendiri.

"Itu menurut saya kalimat yang sangat salah, coba lihat presentasi BI. BI mengutip, slide pertamanya itu mengutip kesuksesan China dalam menumbuhkan ekonomi. Nah dalam ekonomi itu syarat pertamanya apa? Karena China mampu menangani kasus Covid," kata Ede saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 16 Juni 2021.

Ede menerangkan, faktor utama bangkitnya ekonomi China pasca diterpa pandemi adalah berkat keberhasilan negara Tirai Bambu itu menumpas Covid-19.

Sementara, kata dia, Indonesia seakan selalu beralasan ekonomi untuk menghentikan pandemi Covid-19 secara tuntas.

Untuk itu, menurut Ede mestinya cara yang sama dilakukan oleh Indonesia jika ingin ekonomi nasional lekas membaik.

"Jangan oh menangani Covid nanti ekonomi parah, pertanyaannya simpel 'memangnya ekonomi bisa jalan sendiri?' Gak bisa, ekonomi itu jalan oleh para pelaku ekonomi," kata Ede.

Ede menjelaskan, ekonomi bisa pulih jika pemerintah sanggup menyelesaikan pandemi di Tanah Air. Pasalnya subjek dari ekonomi ialah rakyat, maka jika rakyat masih terganjal Covid-19, ekonomi dalam negeri bakal terus tersendat.

"Ekonomi kan barang itu bisa jalan kalau subjeknya bisa menggerakkannya. (Sementara) pelaku ekonominya terancam Covid ya enggak bisa," tandas Ede.

(Liputan6.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Peristiwa

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Peristiwa

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Peristiwa

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎

Peristiwa

RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal

Peristiwa

Musrenbang RKPD Riau 2027, DPRD: Tahun Depan Kembali Normal