Update 11 Desember: Bertambah 6.310 Kasus, Total Positif Covid-19 Tembus 600 Ribu

Harijal - Jumat, 11 Desember 2020 16:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/12/493ad1122020_untitled5.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Kasus positif virus corona masih terus bertambah dari hari ke hari, termasuk pasien yang meninggal dunia. Ilustrasi

JAKARTA - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 6.310 orang, Jumat (11/12). Dengan demikian, total positif Covid-19 mencapai 605.243 orang.

Dilansir dari cnnindonesia.com, dari jumlah tersebut, sebanyak 496.886 orang dinyatakan sembuh (bertambah 4.911 orang) dan 18.511 orang lainnya meninggal dunia (bertambah 175 orang). Penambahan kasus meninggal hari ini memecahkan rekor lagi kasus kematian harian.

Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga pukul 12.00 WIB. Satgas Covid-19 membagikannya sekitar pukul 16.20 WIB.

Kemenkes juga mencatat jumlah suspek Covid-19 hari ini sebanyak 64.845 orang dan spesimen mencapai 54.072 spesimen.

Kemarin, Kamis (10/12), kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 598.993 orang. Dari jumlah tersebut, 491.975 orang dinyatakan sembuh dan 18.336 orang lainnya meninggal dunia.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi tertinggi kasus positif Covid-19 dengan 149.018 kasus. Disusul Jawa Timur 67.613 kasus, Jawa Tengah 63.610 kasus, Jawa Barat 63.043 kasus, Sulawesi Selatan 22.402 kasus.

Sementara secara keselurhan hingga kemarin, jumlah orang yang dites swab baru mencapai 4.176.266 orang dengan 6.200.252 spesimen sejak pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia awal Maret 2020.

Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran virus corona, namun kasus masih terus bertambah dari hari ke hari. Beberapa waktu lalu pemerintah telah mendatangkan vaksin Sinovac sebanyak 1,2 juta vaksin.

Namun, sejumlah epidemiolog meragukan vaksin tersebut. Epidemiolog Universitas Airlangga Windhu Purnomo menilai efikasi kandidat vaksin Sinovac sampai saat ini belum jelas sebab masih melalui uji klinis vaksin fase ketiga.

Efikasi itu, kata Windhu, terletak pada bagaimana efektivitas vaksin dalam menangkal virus dalam tubuh sekaligus berapa lama jangkauan vaksin mampu membentuk antibodi dalam tubuh.

"Pihak peneliti dari Unpad memang mengatakan belum ada laporan yang negatif terutama dalam hal keamanan Sinovac, artinya mungkin akan lolos. Hanya yang jadi masalah itu yang harus kita perhatikan efikasi atau kemanjuran," kata Windu kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/ 9860/ 2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disesase 2019 (Covid-19).

Keputusan yang diteken Terawan pada Kamis (3/12) lalu itu memaparkan enam diktum, salah satunya Kementerian Kesehatan menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan dalam proses vaksinasi di Indonesia. Keenam vaksin tersebut diproduksi oleh Bio Farma, Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech.

(sumber: CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025

Peristiwa

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Peristiwa

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras