Update Corona 10 September: 207.203 Positif, 147.510 Sembuh

Harijal - Kamis, 10 September 2020 15:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/09/03cc08092020_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Petugas dengan hazmat dan masker melakukan sosialisasi protokol pencegahan Covid-19 di halte Transjakarta, Harmoni, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Akumulasi kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Kamis (10/9) terjadi penambahan sehingga kini total menjadi 207.203 sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret lalu. Jumlah kasus positif itu naik 3.861 dibandingkan sehari sebelumnya.

Dari jumlah akumulasi tersebut, sebanyak 147.510 sembuh dan 8.456 meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dilihat dari situs resmi Kemenkes RI petang ini, ada 95.501 suspek di Indonesia hari ini, dan 34.909 spesimen diperiksa. Kondisi penanganan corona di Indonesia sendiri kini bisa dibilang kembali ke masa darurat. Hal itu, merujuk pada kian meningkatnya lonjakan positif, tingginya angka kematian--termasuk dari tenaga kesehatan, hingga ketersediaan ruang di rumah sakit serta lubang pemakaman Covid-19.

Untuk diketahui, jumlah akumulasi positif Covid-19 di Indonesia per Rabu (9/9) lalu adalah 203.342 orang. Dari jumlah akumulasi tersebut, sebanyak 145.200 (71,4 persen) sembuh dan 8.336 (4,1 persen) meninggal dunia.

Terkait kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah meminta jajarannya corona tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

"Kunci ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna untuk Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021, Senin (7/9).

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu juga memperingatkan tiga klaster penularan virus corona yang perlu diwaspadai. Hal ini menyusul jumlah kasus positif covid-19 yang terus meningkat dari ketiga klaster, yakni klaster perkantoran, keluarga, dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Terkait tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang kini memasuki masa pemeriksaan kesehatan, Jokowi menyayangkan masih ada deklarasi paslon yang mendaftar ramai-ramai hingga menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi pun menegaskan proses pilkada yang menimbulkan kerumunan harus dihindari untuk mencegah penularan Covid-19. Untuk itu, penting bagi seluruh warga maupun penyelenggara pilkada mematuhi protokol kesehatan.

Untuk diketahui, tahapan pilkada telah dimulai dengan pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah pada Jumat (4/9)-Minggu (6/9) lalu. Pada hari pertama pendaftaran, sejumlah pasangan di daerah beramai-ramai melakukan konvoi. Tak sedikit dari mereka yang juga menghadirkan kerumunan.

Masih terkait dalam penanggulangan Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pada Rabu (9/9) malam lalu mengumumkan pihaknya bakal menerapkan rem darurat, yakni kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka

Peristiwa

Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan

Peristiwa

Ganggu Pembangunan Drainase, Pedagang di Jalan Teratai Diultimatum untuk Pindah

Peristiwa

Peringati HUT ke-81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning

Peristiwa

Skandal Paspor Ganda, Ancaman Serius Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia

Peristiwa

Mulai Hari Ini Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan ke Pintu Bypass