Kepanikan Warga Saksikan Awan Bak Tsunami di Langit Aceh

Harijal - Senin, 10 Agustus 2020 17:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/08/4355fc082020_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Dok. Istimewa).
Kemunculan awan Arcus atau awan Tsunami di Aceh Barat, Senin (10/8) pagi.

JAKARTA - Kondisi cuaca yang mendung pada Senin (10/8) pagi membuat warga di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh merinding dan panik karena tiba-tiba di langit muncul awan hitam besar menyerupai gelombang tsunami.Fenemona 'mengerikan' itu membuat sebagian warga memilih untuk beribadah dan berdoa agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana.

"Kemunculannya sempat membuat warga panik, karena tiba-tiba, awan itu seperti gelombang laut," kata Ilyas seorang warga Aceh Barat kepada CNNIndonesia.com.

Ilyas mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat awan berbentuk gulungan ombak, wilayah Aceh Barat sempat gelap, namun tidak lama kemudian kembali cerah.

Badai awan yang menutup sebagian Aceh Barat tersebut tidak berlangsung lama, setelah itu disambut dengan hujan dan angin kencang.

"Muncul awan dulu baru hujan. Langit gelap dan tiba-tiba angin kencang bersama hujan," katanya.

Menurutnya, warga sekitar sempat mengira fenomena tersebut merupakan tanda bala atau malapetaka seperti peristiwa tsunami 2004 silam yang meluluhlantakkan Aceh, termasuk Aceh Barat.

"Rata-rata (warga) berdoa meminta agar dijauhkan dari bencana ketika menyaksikan fenomena itu," ujar Ilyas.

Ia berujar awan yang berbentuk ombak tersebut tidak berlangsung lama, sekira pukul 09:30 WIB, awan tersebut mulai hilang.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh, Zakaria menjelaskan awan tersebut merupakan awan Arcus atau awan tsunami.

"Namanya awan Arcus atau disebut juga awan tsunami. Awan ini merupakan bagian dari awan CB (Cumulonimbus)," kata Zakaria.

Zakaria menjelaskan, awan raksasa itu merupakan awan rendah dan biasanya berada pada satu level. Awan ini juga dapat menimbulkan angin kencang, hujan lebat disertai kilat, petir, angin puting beliung atau hujan es.

"Awan ini biasanya terjadi di daerah yang tidak begitu luas sehingga tidak dapat dipantau oleh satelit," kata Zakaria.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tak panik dengan munculnya fenomena tersebut. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Kemudian dia juga meminta nelayan untuk tidak melaut sementara waktu hingga awan tersebut hilang.

"Bila terlihat awan itu agar cepat-cepat mencari perlindungan, jangan bertahan di lapangan terbuka dan bagi nelayan agar segera berlabuh ke darat," katanya.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Perkuat Tata Kelola Agribisnis Sawit dan Mitigasi Tipikor, Law Firm Citra Hukum Keadilan Resmi Buka Kantor Perwakilan di Riau

Peristiwa

Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah

Peristiwa

Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes

Peristiwa

Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap

Peristiwa

Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall

Peristiwa

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional