Editor Metro TV Positif Narkoba, Diduga Pemicu Bunuh Diri

Harijal - Sabtu, 25 Juli 2020 16:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/aaaab5072020_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Istockphoto/aradaphotography)
lustrasi.

JAKARTA - Editor Metro TV, Yodi Prabowo positif narkoba berdasarkan sejumlah pemeriksaan saintifik oleh tim forensik kepolisian terhadap jasadnya.

"Hasil screening (penyaringan) narkoba, di dalam urine (Yodi) kami temukan amphetamine positif," kata Dokter Spesialis Forensik Instalasi Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Kramat Jati Jakarta Timur, Arif Wahyono di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/7).

Amphetamine adalah zat yang biasa ada di dalam narkoba jenis tertentu. Sementara Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebut Yodi adalah pernah memakai narkoba berdasarkan pemeriksaan itu.

"Kalau sudah diperiksa (positif) amphetamine berarti dia pakai," kata Tubagus.

Meski demikian, dia belum dapat memastikan sejak kapan Yodi menggunakan barang haram tersebut. Hanya saja, menurut dia, penggunaan narkotika itu turut berperan dalam dugaan bunuh diri yang dilakukan dirinya.

Tubagus sempat menjelaskan bahwa Yodi diduga melakukan bunuh diri karena diduga mengalami depresi.

Dugaan tersebut berdasarkan penyelidikan bahwa korban sempat mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli kelamin dan kulit.

Dia pun melanjutkan hasil konsultasi itu dengan melakukan tes kesehatan terkait penyakit human immunodeficiency viruses (HIV). Namun dia belum sempat mengambil kembali hasil tes tersebut .

"Meningkatkan keberanian yang luar biasa, jangan pernah bandingkan pemikiran orang normal dengan orang tak normal (pengguna amphetamine)," kata Tubagus dia.

Hal lain yang memperkuat dugaan Yodi bunuh diri adalah polisi tidak dapat menemukan jejak keterlibatan orang lain selama dua pekan menjalani penyelidikan.

Dia merujuk pada hasil pemeriksaan sejumlah barang-barang yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) oleh penyidik. Beberapa diantaranya seperti helm, motor, handphone, bahkan hingga pisau yang diduga digunakan untuk melukai korban.

Semua barang itu, kata dia, hanya memperlihatkan sidik jari dan DNA milik Yodi Prabowo. Untuk meyakinkan hal itu, Tubagus mengatakan bahwa penyidik telah pengujian kepada orang-orang di sekeliling korban.

"(Hasilnya) Tidak ada yang identik dengan apa yang tertinggal di TKP. Semuanya adalah milik korban," lanjut dia.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025