Update Corona 18 Juli, Kasus Covid-19 Indonesia Lewati China

Harijal - Sabtu, 18 Juli 2020 17:41 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/07/745df1072020_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(AP/Mark Schiefelbein)
Petugas medis dengan APD mendata warga yang akan mengikuti tes risiko infeksi virus corona (Covid-19) di Beijing, China, 17 Juni 2020.

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan terjadi penambahan 1.752 konfirmasi kasus positif  virus corona pada Sabtu (18/7)

Itu didapatkan setelah pemeriksaan 25.552 spesimen di laboratorium, sehingga per hari ini, total angka positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 84.882 kasus. Untuk diketahui, angka itu melampaui catatan positif corona di China per hari yang sama.

Merujuk pada data yang dihimpun dari worldometer.info, hari ini angka positif corona di China mencapai 83.644, dengan kesembuhan 78.758, dan kematian 4.634.

Namun, merujuk pada data yang dihimpun Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka positif Covid-19 di Indonesia justru masih lebih rendah dari China.

"Di China, dari 11 Januari hingga pukul 19.47 CEST, 17 Juli 2020, sudah ada 85.775 kasus konfimasi Covid-19 dengan 4.651 kematian," demikian dikutip dari situs WHO soal perkembangan di China.

China diketahui menjadi negara pertama terjadinya wabah Covid-19 yang lalu menjadi pandemi global. Wabah virus corona di China kali pertama terdeteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada bulan-bulan akhir 2019 lalu.

Penanganan corona di Indonesia dan China sendiri memiliki sejumlah perbedaan. Jika Indonesia menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), China menerapkan lockdown atau penutupan wilayah.

Lockdown pertama kali diterapkan di Wuhan, Provinsi Hubei selama 76 hari sejak 23 Januari. Langkah ini pun dinilai efektif meminimalisasi penyebaran virus corona.

China juga langsung membangun 16 rumah sakit sementara di sana. Rumah sakit tersebut dapat menampung 13 ribu tempat tidur.

Pemerintah China kerap mengandalkan lockdown sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus. Meskipun pada satu wilayah hanya ditemukan sedikit kasus.

Sedangkan melirik Indonesia. PSBB diterapkan di daerah yang memiliki jumlah kasus signifikan. Contohnya DKI Jakarta dan Surabaya Raya (Jawa Timur).

Beberapa daerah ada yang menerapkan PSBB lebih dari satu kali dan melakukan perpanjangan. Durasi PSBB ditetapkan selama 14 hari, namun pemerintah daerah bisa menerapkan perpanjangan.

DKI Jakarta, sebagai pusat penyebaran kasus pertama di Indonesia, menjadi wilayah pertama yang menerapkan PSBB pada 10 April 2020. PSBB diperpanjang beberapa kali, sampai akhirnya DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi pada 5 Juni 2020. PSBB transisi itu pun terus dilanjutkan hingga yang terbaru berakhir pada 30 Juli mendatang.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025