Konser BPIP Sepi Pendukung, Dikecam Warganet

Harijal - Selasa, 19 Mei 2020 19:36 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/05/089f9a052020_untitled9.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ilustrasi warganet.

JAKARTA - Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan konser penggalangan dana yang digelar bersama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) lebih banyak mendapat respons negatif dari warganet.

"Konser BPIP saya lihat sepi pendukung di media sosial. Yang ada hanya satu cluster merah," kicau Ismail lewat akun Twitter @ismailfahmi, Senin (18/5).

Ismail menjelaskan klaster merah adalah istilah untuk komentar negatif yang disampaikan oleh waganet.

Berdasarkan identifikasi, salah satu komentar yang paling banyak di retweet terkait acara itu adalah kritik yang disampaikan oleh akun @faridgaban yang mempertanyakan Indonesia adalah negara atau yayasan. Dia berkata negara mengabaikan tugas utama membuat kebijakan publik yang benar untuk menangani wabah.

Kicauan Farid Gaban diretweet lebih dari 1.400 kali. Kemudian disusul krtikan yang disampaikan akun @ustadtengkuzul yang menyebut BPIP dikaji jutaan rupiah prestasinya membuat konser musik. Kicauan @ustadtengkuzul diretweet lebih dari seribu kali.

Lebih lanjut, Ismail juga tidak mengira acara tersebut tidak mendapat atensi dari akun besar dan influensial. Hasil identifikasi, dia mengaku hanya menemukan kicauan dari akun oposisi pemerintah Jokowi.

"Akun2 pendukung tak tampak. Beda dg konser Didi Kempot, keduanya bersatu dalam Sobat Ambyar," kicaunya.

Di sisi lain, Ismail menyampaikan ekpresi warganet dalam bentuk hashtags terkait Konser BPIP. Sebanyak 582 menggunakan tagar  #StopKonserUnfaedah; 183 tagar #PhysicalDistancing; 141 tagar #RepublikTerserah; 74 tagar #TerserahIndonesia; 28 tagar #indonesiaterserah; 23 tagar  #TerserahLoeDeh; 23 tagar #bpip; dan 18 tagar #MerakyatTapiBoong.

Adapun ekspresi warganet lewat gambar, Ismail berkata tidak mendapat dukungan publik. Dia justru menemukan gambar yang pasca konser yang memperlihatkan tidak adanya jaarak sosial dan penggunaan masker.

"Konsernya sendiri malah tak mendapat engagement publik. Tak tampak gambarnya. Sebaliknya, foto bersama pasca acara konser, yg banyak dishare," ujar Ismail.

"Saran: jika foto itu sengaja akan dishare, sebaiknya gunakan masker semua. Sebagai simbol dukungan kepada nakes (tenaga kesehatan)," ujarnya menambahkan.

Dalam postingannya, Ismail juga kembali membeberkan blunder tebesar dari konser BPIP adalah tidak adanya jarak sosial dan penggnaan masker saat acara berakhir. Dalam foto yang diungga, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan sederet artis foto berdekatan tanpa menggunakan masker.

"Jika tuan dan puan setidaknya pakai masker dan berjarak, saya yakin para nakes masih bisa senyum sedikit. Simbol respek," kicau Ismail.

"Oh iya, saya ndak tahu gimana perasaan para nakes melihat tuan dan puan tanpa masker, tanpa physical distancing, jadi contoh disaksikan jutaan mata. Wearing a mask is a sign of respect," ujarnya.

Lebih dari itu, Ismail sepakat dengan ide membangun goto-royong yang digaungkan oleh BPIP dalam menghadapi Covid-19. Akan tetapi, dia meminta implementasi semangat itu haru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Implementasinya harus benar2 sesuai sains, protokol kesehatan ketat, dan harus hati2 dengan simbol dan sign kalau bentuknya adalah "pertunjukan." Publik sudah cerdas," kicau Ismail.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional

Peristiwa

Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare

Peristiwa

Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan

Peristiwa

Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan

Peristiwa

Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka