3 Perawat Diusir dari Kos, RS di Solo Jemput Pakai Ambulans

Harijal - Senin, 27 April 2020 17:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/257c17042020_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Foto ilustrasi tenaga medis.

SURAKARTA - Tiga perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno, Surakarta diusir dari tempat indekos mereka di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Video pengusiran tersebut diunggah di akun resmi instagram milik RSUD Bung Karno, Senin (27/4). Sejumlah tenaga kesehatan dijemput menggunakan ambulan VIP dari kos mereka.

"Ini bukan penjemputan pasien Covid-19," demikian tulisan pembuka video tersebut. 

Saat dikonfirmasi, Direktur RSUD Bung Karno, Wahyu Indianto membenarkan pengusiran tersebut. Peristiwa itu terjadi Jumat (24/4) pekan lalu.

"Kebetulan mereka tinggal satu kos. Sebabnya apa kita juga enggak tahu. Tiba-tiba disuruh pergi begitu saja," katanya.

Tiga perawat itu kini tinggal RSUD Bung Karno. Selama ini lantai lima di rumah sakit itu belum digunakan sama sekali. Rumah sakit milik Pemkot Solo itu memang belum banyak melayani pasien karena baru diresmikan akhir tahun lalu.

Manajemen rumah sakit sempat mempertimbangkan untuk mencarikan mereka tempat tinggal sementara di tempat lain.

"Tapi akhirnya kemarin diputuskan untuk tinggal di lantai lima saja. Kalau ada emergency bisa membantu," katanya.

Wahyu juga menyayangkan terjadinya pengusiran tersebut. RSUD Bung Karno memang tercatat sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19. Namun hingga saat ini rumah sakit itu baru melayani tiga pasien dalam pemantauan (PDP). Sementara jumlah pasien positif covid-19 masih nol.

RSUD Bung Karno, lanjutnya, juga telah melakukan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan baik. Semua petugas medis maupun non-medis yang bersinggungan dengan PDP dipastikan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

"Kita keluar masuk ruang isolasi juga harus mandi. Jadi sebetulnya itu ketakutan yang tidak masuk akal," katanya.

Terpisah, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku belum mendapat kabar mengenai pengusiran itu. Ia akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak rumah sakit untuk mendapat informasi lebih lengkap.

"Tapi kalau sampai benar ada kejadian seperti itu ya tidak manusiawi lah. Tenaga medis kan melayani tanpa membeda-bedakan orang mana. Nanti saya cari dulu informasi lengkapnya," kata FX Hadi.

Pengusiran tenaga medis yang merawat corona sudah terjadi beberapa kali. Pengusiran ditengarai karena warga khawatir perawat membawa virus corona dari rumah sakit tempat mereka bekerja.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025