Dua Dokter Meninggal, Termasuk Satu PDP Virus Corona

Harijal - Minggu, 05 April 2020 16:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/04/a8d888042020_untitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(KOMPAS/Heru Sri Kumoro).
IDI mengonfirmasi dua dokter meninggal dunia terkait virus corona. Satu di antaranya bahkan dirawat karena berstatus PDP. Ilustrasi.

JAKARTA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi dua dokter meninggal dunia terkait virus corona (covid-19). Mereka adalah dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan Wahyu Hidayat dan dokter Heru Sutantyo.

Dokter Wahyu merupakan anggota IDI cabang Kabupaten Bekasi dan dokter Heru adalah anggota IDI cabang Jakarta Selatan.

"Dokter Wahyu dirawat karena (status) PDP covid-19, belum tahu postif. Dokter Heru belum ditelusuri," kata Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (5/4).

Kematian dokter Wahyu dan dokter Heru menambah daftar panjang tenaga medis yang meninggal dunia karena covid-19. Total, sudah 18 dokter meninggal dunia terkait dengan pandemi virus corona.

"Dokter sejumlah 18 orang, di luar dari dokter gigi ada empat orang terkait dengan covid-19, ada yang positif dan PDP," tutur Adib.

Adib menyatakan IDI menganjurkan para dokter untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) standar level 2 yang meliputi kacamata google, sarung tangan, masker n95, dan fesil.

Adib mendesak pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan APD untuk para dokter. "Kalau kuantitas pasti kurang dan selalu dikeluhkan. Pemerintah mesti memfasilitasi mendorong industri dalam negeri untuk memasok APD," tegas Adib.

Adib juga menyatakan IDI akan membahas regulasi internal untuk mencegah penularan pada dokter yang bertugas.

"Kami akan bahas regulasi internal di dalam pelayanan, termasuk APD dan lainnya itu akan kami bicarakan. Mungkin berupa imbauan atau instruksi misalnya dengan usia tertentu jangan praktek," tutur Adib.

Berdasarkan informasi yg diterima PB IDI setidaknya ada 18 dokter yg dilaporkan meninggal krn Positif Covid19 dan PDP Covid hingga Minggu (5/4). Yakni:1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)14. Dr. Bernadetta Tuwsnakotta Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional

Peristiwa

Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare

Peristiwa

Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan

Peristiwa

Peduli Stunting, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Salurkan Bantuan di Senapelan

Peristiwa

Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka