Larangan Sholat Jumat Dilanggar, Imam Ditangkap dan Jamaah Dikejar Sampai Atap

Harijal - Senin, 30 Maret 2020 21:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/8e16e6032020_untitled21.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: ist

SHOLAT Jumat yang diwajibkan bagi kaum muslim kini seakan menjadi sebuah bentuk `kesalahan` di tengah pandemi virus Corona. Di sejumlah negara, larangan melaksanakan sholat Jumat berlaku sangat tegas.

Seperti yang dilakukan oleh aparat kepolisian di kota Narayanpet, Telangana, India pada Jumat (26/3/2020) lalu. Sejumlah petugas berjaga-jaga di sejumlah masjid agar sholat Jumat tidak terlaksana. Namun, larangan ini dilanggar oleh sejumlah orang.

Dari sebuah video yang beredar viral, nampak imam sholat dan sejumlah orang dikejar petugas. Sebagian dari mereka melompat ke atap masjid menuju atap bangunan sekitarnya. Tidak jelas terlihat apakah petugas berhasil menangkap jamaah sholat Jumat tersebut.

Pimpinan partai Islam di Telangana, Majlis Bachao Tahreeq (MBT) Amjadullah mengomentari kegaduhan tentang larangan sholat Jumat yang diterapkan pemerintah India karena ketidaksamaan visi serta kebijakan dengan tokoh masyarakat yang diterapkan terhadap kondisi darutat virus Corona.

Kerancuan anjuran pemerintah terjadi setelah Badan Wakaf Telangana menjelaskan kepada masyarakat bahwa sholat Jumat tetap bisa dilaksanakan dengan jumlah jamaah minimal lima orang saja. Akibatnya, masyarakat Telangana pun ada yang patuh anjuran pemerintah dan ada yang menuruti anjuran ulama.

Peristiwa hampir serupa terjadi di negara bagian Kaduna, Nigeria. Di tengah larangan resmi pemerintah untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat Dhuhur di rumah, ternyata masih ada takmir masjid yang tidak mematuhi. Walhasil, tiga imam masjid di Kaduna Utara digelandang petugas kepolisian.

Komisioner Urusan Keamanan Dalam Negeri Kaduna, Samuel Aruwan menerangkan bahwa pengamanan terhadap pimpinan masjid tadi berjalan secara kooperatif. Mereka bernama Malam Aminu Umar Usman, Malam Umar Shange, dan Unguwan Kanawa.

Pemerintah kemudian memberi sosialisasi secara khusus kepada para pimpinan umat ini bahwa masyarakat sementara harus dibatasi kegiatannya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Seharusnya mereka menyadari bahwa ketidaknyamanan akibat kebijakan pelarangan ini (sholat Jumat) terkait keamanan bersama supaya mereka tak menyesal jika virus Corona merenggut nyawa dan membuat penderitaan lebih besar lagi bagi masyarakat," jelas Aruwan.

(okezone.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025