IDI Berduka, Guru Besar FKM UI Prof Bambang Sutrisna Meninggal Diduga karena Covid-19

Harijal - Senin, 23 Maret 2020 16:31 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/03/d54e83032020_untitled15.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto dok. instagram IDI
Prof Bambang Sutrisna Meninggal Dunia.

JAKARTA - Guru besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. DR.dr. Bambang Sutrisna, MHSc, meninggal dunia pagi ini 23 Maret 2020 pukul 08.30 WIB. Ia dikonfirmasi oleh RS Persahabatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Laman instagram Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga tak luput menyampaikan belasungkawa. "IDI kembali berduka."

Menurut grup Line yang beredar di kalangan mahasiswa, terakhir almarhum Prof. Bambang masih memberikan kuliah jarak jauh dengan mahasiswa pada hari Sabtu, 21 Maret 2020. Dan selama perkuliahan, beliau tidak berhenti batuknya.

Tentu kabar ini menjadi pukulan besar bagi keluarga yang ditinggalkan. Anaknya, Leonita Triwachyuni, dalam akun media sosial IG stories @nonznonz mengungkapkan kesedihannya atas kepergian ayahnya.

"Hari ini makna #dirumahaja yang sbagian dari kalian abaikan dan jadikan lelucon menjadi airmata buat keluarga kami. Ya memang, ayah saya bisa dbilang bandel, disuru jangan praktek bilangnya kasian orang dari jauh. Ternyata pasien yang dibilang kasian itu adalah suspek COVID dengan rontgen paru2 uda putih semua. Pasien tersebut yang pulang paksa dari RS Bintaro karena ini dan itu." tulisnya.

"Lalu apa efeknya? Ayah saya demam, sesak. Fyi ayah saya adalah orang yang ga pernah ngeluh, patah kaki aja masi jalan, batuk2 masih ngajar dari rumah. Jadi ketika mengeluh sesak, itu ga main2."

"Dibawa ke RS, sesak ga membaik, saturasi terus turun, RJP, intubasi dan meninggal.."

"Saya tulis ini cuma mau minta tolong, plis utk yang punya pilihan, jangan bandel #dirumahaja dan yang uda di RS jangan bandel sampe pulang paksa."

"Yang menyedihkan buat pasien Covid adalah meninggal sendirian, sesak sendirian, mau minta tolong? ga ada perawat berjaga, isolasi tertutup, keluarga ga bisa lihat. Tahu apa yg papa lakukan pas sesak tadi malem? telepon anak dan menantunya, minta tolong. "

"Saya sampai menelpon RS utk kasih tau, karena keluarga ga bisa masuk. Jadi selama kalian punya hidup yang kalian hargai, punya keluarga yg kalian kasihi yang masih hidup plis jangan menambah penyebaran virus."

"Sungguh bukannya mau nakut2in tapi kalian bayangkan kalo keluarga kalian sesak nafas dan telepon2 kalian sambil minta tolong karena sesak, gimana perasaan kalian?

"Ato kalau kalian sendiri akhirnya tumbang karena covid dan diisolasi, sendirian..sesak juga dinikmati sendirian..gimana perasaan kalian?

"Marah??jelas saya marah karena ada orang-orang egois macam kalian yang gak mau nurut dan bawa penyakit buat keluarga kita. Jujur saya dua minggu ini, bahkan gak pulang, takut ketemu orangtua, kenapa? karena saya kerja di RS, dan saya paham betul di rumah saya ada dua orang berusia diatas 60 tahun yang harus dilindungi. Saya gak punya pilihan untuk #di rumah aja karena saya masih jaga.

Saya ga dapat jatah swab dari RS karena terbatas. Ya saya telan aja sendiri semuanya.

Lima dokter lain meninggal terkait corona

IDI juga memposting lima dokter lain yang meninggal terkait corona, yakni:

dr. Hadio Ali, SpS (IDI cab. Jakarta Selatan)

dr. Djoko Judodjoko, SpB (IDI cab. kota Bogor)

dr. Laurentius P, SpKJ (IDI Cab. Jakarta Timur)

dr. Andi Mirsaputra Sp.THT (IDI cab. Kota Bekasi

dr. Ucok Martin, SpP (IDI Cab. Medan)

dr. Toni D Silitonga (IDI Cab Bandung Barat). (Setelah ditelusuri, bukan disebabkan langsung oleh Covid-19. Namun dia merupakan Kepala Seksi Kesehatan Bandung barat sekaligus Satgas Tim Penanggulangan Covid-19. Hari terakhirnya sangat sibuk mempersiapkan Fasilitas Kesehatan di Bandung Barat)

"PB IDI berduka cita amat dalam atas wafatnya sejawat-sejawat IDI sebagai korban Pandemi Covid-19. Semoga apa-apa yang menjadi perjuangan para sejawat kita diterima oleh Allah SWT dengan limpahan pahala yang mulia. Amin. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan keikhlasan atas musibah ini. Amin Yra," tulis IDI.

(liputan6.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025