Mantap....Pelajar SMA di Duri Berani Kritik Soal Tilang

Harijal - Selasa, 18 Oktober 2016 17:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/f9b278102016_inginjadipolantas.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
Jihan Fadilah (kanan) mengabadikan foto bersama Bripda Desi, Polwan asal Pelalawan.

DURI,kabarmelayu.com - Ada banyak pandangan negatif masyarakat terhadap polisi lalu lintas (Polantas). Ada yang berpandangan polantas suka memeras pengendara kendaraan bermotor melalui tilang, tapi tidak menurut Jihan Fadila, siswa kelas 12 IPS 2 Mutiara Duri yang bercita-cita menjadi Polwan lalu lintas.

Dicontohkan Jihan, ketika ada seorang pengendara sepeda motor yang melanggar lalu lintas, kemudian diberhentikan Polisi yang bertugas. Si pengendara pasti menawar Polisinya untuk berdamai dengan membayar Rp 100.000 sampai Rp 150.000.

Meski Polantasnya menolak, si pengendara tetap memaksa damai. Akhirnya si Polantas pun menerima meskipun itu salah. Ketika sudah dibantu begitu, si pengendara malah mengupat-ngupat dan memaki Polantas yang meminta uang berdamai.

"Kepada siapa pun pengendara ini cerita, pasti dia menyalahkan polisi karena sudah meminta uangnya dengan alasan tilang, sampai membuat opini buruk tentang Polantas. Padahal sebenarnya ia sudah dibantu oleh Polantas, inilah kadang yang merusak-rusak citra Polantas dimata masyarakat awam," kata Jihan saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Jihan, soal tilang ini Polantas jangan mau damai ditempat, apapun alasannya. Jika perlu, untuk memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas itu, perlu dilakukan pembinaan saat mereka membayar denda akibat kesalahan yang pengendara tersebut.

"Untungnya pertama, Polantas tidak dianggap sepele lagi oleh pelanggar lalu lintas karena bisa damai ditempat, kedua Polantas itu punya kesempatan memberikan pembinaan, pengetahuan, tentang tertib berlalu lintas kepada pengendara yang hobi melanggar lalin," kata siswi yang hobi bermain basket dan juga anggota Paskibra Kabupaten Bengkalis.

Dipenghujung acara sosialisasi penerimaan calon anggota Polri TA 2017 Panda Riau, Jihan dan beberapa temannya ikut mengabadikan foto bersama Bripda Desi, Polwan asal Pelalawan yang dengan mulus masuk Polisi karena segudang prestasinya dan menguasai 4 bahasa asing, Jerman, Inggris, Prancis dan Jepang.

(goriau.com)    

 

Berita Terkait

Pendidikan

Hendry Munief Terima Silaturahmi Himpunan Siompu Kampar Riau

Pendidikan

Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya

Pendidikan

Dolfie Rompas Minta Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Klarifikasi Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura

Pendidikan

Fraksi PKS DPRD Riau Dorong Pembahasan Perda LGBT Disegerakan

Pendidikan

Ancam Warga, Pria di Tapung Hulu Lepaskan Tembakan Saat Dikejar Anggota TNI

Pendidikan

Diguyur Hujan Sejak Sore, Malam Ini Atmosfer Pekanbaru Kembali Biru