SMK Ankasa Selenggara Teachers Camp of Advanture.

Harijal - Jumat, 14 Oktober 2016 13:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/19124e102016_prihatindengan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
goriau.com
SMK Ankasa menyelenggarakan program Teachers Camp of Advanture.

TEMBILAHAN, kabarmelayu.com - Bersama dengan keluarga Alumni Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, SMK An-Nur Kuala Selat atau yang juga dikenal SMK Ankasa menyelenggarakan program Teachers Camp of Advanture.

Kegiatan yang merupakan sebuah bentuk pelatihan melahirkan “Guru Teladan” itu diperlukan bagi guru-guru sekolah di wilayah Inhil bagian utara.

''Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Bang Andy. Hal yang melatar belakangi pelatihan ini dibuat adalah keprihatinan kita terhadap para guru-guru yang sedikit sekali mengembangan wawasannya dalam mendidik anak di era globalisasi,'' ujar Kepala SMK An-Nur, Dani Sartika MM kepada GoRiau.com, Kamis (13/10/2016).

Dijelaskannya, pelatihan Teachers Camp of Advanture dilaksanakan selama tiga hari. Dimana para pesertanya merupakan perwakilan dari sekolah yang ada di Inhil utara, dengan sistem pendanaan berasal para donator atau sponsor, dan dari iuran peserta camp.

Tujuan diadakannya Teachers Camp of Advanture ini, dikatakan Dani adalah untuk meningkatkan kemampuan kapasitas guru (mendidik, membimbing dan menginspirasi). Membentuk guru-guru yang dapat dijadikan panutan bagi guru lain dan bagi siswa dan menjadi pemangku pelopor atau penggerak pendidikan di Inhil Utara.

''Era globalisasi saat ini, dikatakannya banyak memberikan perubahan sikap dan prilaku siswa sehingga terkadang guru kerap sekali memberikan tindakan keras untuk mendisiplinkan, tapi tidak memberikan efek jera pada siswa bahkan melakukan yang sama dan selalu berulang-ulang.

Disisi lain, lanjutnya, sering ditemukan para guru tidak mencerminan keteladan untuk siswanya. Padahal salah satu peran guru adalah memberikan contoh yang baik pada siswanya.

''Istilah guru diguguh dan ditiru semakin memudar, tanpa disadari ruh seorang pendidik tidak terlihat. Guru di era sekarang sebagian hanya menjalankan tugasnya yaitu mentransfer ilmu, tetapi hanya sedikit sekali dalam proses pembelajaran menekankan aspek mendidik, membina atau membimbing apa lagi menginsprasi atau memotivasi,'' lanjutnya.

Karena alasan itulah, dikatakan Dani terpikir untuk menyelenggarakan Teachers Camp of Advanture tersebut.

''Melihat permasalahan di atas secara umum, bahwa sebagai pemerhati pendidikan, bagian dari peduli terhadap pendidikan. Perlu sekali memberikan perhatian besar untuk memberikan solusi kongkrit pada duni pendidikan terutam di daerah Inhil bagian utara,'' tukas Dani.

(goriau.com)

 

Berita Terkait

Pendidikan

Gerak Cepat, Polsek Bina Widya Ungkap Kasus Curanmor 10 TKP

Pendidikan

Polsek Kandis dan Petani Bersama Merawat Tanaman Jagung agar Tumbuh Subur

Pendidikan

Teror Monyet Kian Meresahkan Warga Tembilahan Inhil, Belasan Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Pendidikan

Samsuri Daris Reses di Kecamatan Reteh, Serap Aspirasi

Pendidikan

Pemkab Inhil Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Perumahan Swadaya

Pendidikan

Tunjukkan Hasil Smart Farming Binaan BI di Bunga Raya Produktivitas Padi Meningkat