PEKANBARU, kabarmelayu.com - Setelah dilakukan pendataan oleh Internasional Organisasi Migran (IOM) sebuah organisasi yang berada dibawah PBB, sebanyak 81 anak imigran yang bermukim di kota Pekanbaru sudah berusia sekolah.
Untuk itu anak-anak imigran yang fasih berbahasa Indonesia ini akan ditumpangkan belajar sementara di 10 SD Negeri di kota Pekanbaru.
"Iya benar, 82 anak imigran ini akan kita tumpangkan belajar sementara di 10 SD di kota Pekanbaru. Mereka bukan peserta didik resmi. Mereka tak masuk dalam data Dapodik," ucap Sekretaris Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, Drs H. Muzailis MM, Kamis (29/08/19).
Muzailis menjelaskan, para anak imigran ini akan ditumpangkan di SD terdekat pada bulan September mendatang, tempat penampungan para imigran itu bermukim.
"Jadi kalau 10 sekolah rata-rata 8 orang akan ditampung di satu SD. Tingkat pendidikan pihak sekolah yang menentukan. Kalau pihak sekolah menilai bisa di kelas III misalnya, boleh. Penekanannya lebih pada tulis baca," katanya.
Muzailis menjelaskan, program ini merupakan instruksi Presiden yang menekankan pentingnya kebutuhan dasar yakni pendidikan.
"Semua pembiayaan ditanggung oleh IOM. Baik pembelian buku, baju seragam dan sepatu. Apapun bentuk kebutuhan dia belajar ditanggung oleh IOM," imbuh Muzailis. (fin)