Akademisi Diminta Pahami Penggunaan Bahasa yang Benar

Harijal - Minggu, 22 Juli 2018 07:46 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/7d9897072018_0000untitled12.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Solopos

MALANG - Menggunakan bahasa sesuai dengan tata bahasa yang tepat dapat menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Demikian salah satu poin disampaikan Prof. Rustono, guru besar bidang sosiolingustik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada dialog pakar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa 17 Julu 2018.

Rustono menjelaskan di tengah maraknya pembuatan konten sebagai salah satu profesi di era modern, siapa pun yang bekerja atau belajar dalam lingkup bahasa harus memahami secara cermat bahasa tersebut.

"Menjadi pelaku dalam disiplin bahasa tidak hanya melulu membutuhkan pemahaman dari sisi konteks, namun juga harus dipahami dalam kaidah tata bahasa," ujar mantan Ketua Program Studi Pendidikan dan Bahasa Pascasarjana (PPs) Unnes tersebut.

Rustono yang juga Pembantu Rektor Bidang Akademik Unnes tersebut memberikan salah satu contoh kesalahan penggunaan istilah yang sering digunakan dalam sesi berdoa di acara tingkat nasional hingga masjid di desa-desa.

"Ada satu ungkapan yang kesalahannya mulai tingkat nasional hingga wilayah desa yakni pada ungkapan 'ampunilah dosa-dosa kami'," katanya.

Menurut Rustono, seharusnya permohonan agar diampuni oleh Tuhan adalah kita sebagai individu atau manusia atas dosa-dosa yang telah diperbuat, bukan dosa-dosa kita.

"Jika kita telaah kembali, maka ungkapan yang benar adalah ‘ampunilah aku atas dosa-dosa yang telah aku perbuat’," ucapnya dilansir Bisnis/JIBI.

Selain membahas beberapa istilah yang kurang tepat, penulis buku Pokok-Pokok Pragmatik tersebut juga mengajak seluruh akademisi untuk benar-benar menyadari penggunaan bahasa yang benar.

Menurut dia, bahasa adalah ilmu yang sangat sulit dipelajari sehingga merupakan hal uar biasa jika kita bisa menaklukkan bahasa itu sendiri.

Rektor UMM, Fauzan, berharap para peserta yang hadir dapat mengambil banyak ilmu dari acara tersebut. "Anda semua yang hadir di sini sangat-sangat perlu bersyukur karena sangat jarang sekali pakar seperti Prof. Rus ini hadir membagikan ilmunya," katanya.

(okezone.com)

Berita Terkait

Pendidikan

Dugaan Kriminalisasi Budayawan Rida K Liamsi, LAMR Prihatin

Pendidikan

Selamat, Tiga Personel Polsek Teluk Meranti Terima Kenaikan Pangkat

Pendidikan

Bea Cukai Bengkalis Amankan 652 unit Iphone Bekas Ilegal senilai Rp4 Miliar

Pendidikan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Pertumbuhan Tanaman Jagung Tumpang Sari, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Pendidikan

100 Anak Ikuti Sunat Massal di RS Syafira Pekanbaru ‎

Pendidikan

Ijazah Palsu, PWI Riau Cabut Keanggotaan Dahari