Minat Baca di Kalangan Masyarakat Dinilai Sangat Rendah

Harijal - Senin, 16 Juli 2018 22:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/07/3236c5072018_0000aaauntitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pemerhati Pendidikan H Musthajab

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Berdasarkan hasil survei tahun 2012 menyebutkan, budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti. Sementara Kemendikbud Harris Iskandar menilai bahwa indeks membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001.

Demikian disampaikan pemerhati pendidikan H. Musthajab kepada wartawan, Senin (15/7/17).

"Dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang suka membaca. Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan itu harus mempunyai kebijakan atau gebrakan baru bagaimana meningkatkan minat baca, menulis dan mengimplementasikan, khususnya di kalangan peserta didik", ujarnya.

Untuk menarik minat baca sebut Musthajab, pihaknya menawarkan sinopsis. Buku ini berisikan bagaimana anak itu meminjam buku di perpustakaan dibawa rumah. Kemudian bukunya dibaca dan dituangkan dalam lembaran yang sudah terdeteksi yang sudah tuliskan disini.

Ia mencontohkan, sebuah judul buku penulisnya siapa penerbit siapa tahun terbitnya berapa, tahun berapa edisi ke berapa, jumlah halaman berapa semua teridentifikasi dari buku yang ia baca.

Anak sambung Musthajab, disuruh meringkas isi buku yang dibaca.  Setelah itu anak disuruh mengekspresikan tokoh-tokoh yang ada dalam buku yang ia baca. 

Karakter yang ada dalam tokoh buku itu kata Musthajab, kemudian anak disuruh mencari menggali karakternya dia yang sama dengan karakter sang tokoh itu. Tujuannya, untuk menggali menggiring mengungkap membentuk karakter si anak supaya mendekati karakter dari tokoh itu di dalam buku.  

"Setelah dia itu bisa menulis bisa menggambar bisa menggali karakternya, dia tampil di depan kelas. Tujuannya, supaya anak ini dibekali oleh kebiasaan tampil di depan teman-temannya", ucapnya.

Sebagai pemerhati pendidikan kata Musthajab, pihaknya sudah mengkomunikasikan masalah ini ke dinas pendidikan dan perpustakaan agar bisa sinkron. Seperti Pekanbaru, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Sukoharjo.

Sinopsis ini jelas Musthajab, diterbitkan dalam rangka bagaimana memanfaatkan buku yang sudah diberikan pemerintah yang jumlahnya sangat banyak sehingga bisa bermanfaat.

"Inilah salah satu solusi supaya minat bacanya itu meningkat. Kita coba dalam tahun ini atau tahun besok. Kalau itu dilakukan, maka kita survei lagi pasti di Riau akan meningkat minat bacaannya karena terukur", sebutnya.

Intinya sebut Musthajab,tidak ada negara di dunia ini yang minat bacanya rendah menjadi negara maju. Tujuh negara yang disurvei membuktikan, bahwa kita nggak maju-maju karena minat baca yang masih rendah, ujarnya. (fin)

Berita Terkait

Pendidikan

Dugaan Kriminalisasi Budayawan Rida K Liamsi, LAMR Prihatin

Pendidikan

Selamat, Tiga Personel Polsek Teluk Meranti Terima Kenaikan Pangkat

Pendidikan

Bea Cukai Bengkalis Amankan 652 unit Iphone Bekas Ilegal senilai Rp4 Miliar

Pendidikan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Pertumbuhan Tanaman Jagung Tumpang Sari, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Pendidikan

100 Anak Ikuti Sunat Massal di RS Syafira Pekanbaru ‎

Pendidikan

Ijazah Palsu, PWI Riau Cabut Keanggotaan Dahari