PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sebanyak 21 orang dari 18.893 siswa Sekolah Dasar (SD)Negeri dan Suwasta,MI peserta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun 2018 di kota Pekanbaru merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Demikian di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru melalui Kabid.SD Disdik Pekanbaru yang juga Ketua Panitia USBN Pekanbaru 2018, Drs.Darisman , Rabu (2/5).
Dikatakatakan Ketua Panitia USBN Pekanbaru ini, 21 siswa ABK tersebut memiliki beberapa kekurangan secara fisik dan mental. Seperti, Autis, tunadaksa, tunarungu.dan lain-lain. Tetapi secara umum kondisi mereka cenderung normal atau mendekati dengan siswa lainnya, sebutnya.
Lagi kata Darisman, para siswa ABK ini, tetap bersamaan dengan siswa lain dalam mengikuti USBN. Tetapi mereka diberikan pelayanan khusus. Antara lain, penambahan waktu 45 menit dari batas waktu nomal, yakni 120 menit. Berarti waktu bagi ABK 165 menit. Selanjutnya, soal-soal ujian dibuat dan diperiksa oleh guru gurunya masing-masing. Hal tersebut dilakukan, karena guru merekalah yang lebih mengetahui, kelebihan dan kekurangan siswanya,terang Darisman.
"Kebijakan dalam memberikan pelayanan khusus kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah kepada mereka. Artinya, kita tetap memperlakukan mereka sama dengan siswa lainnya," tegasnya
Ditanya, apakah para siswa ABK, di tempatkan ruangan khusus. Menurut Darisman, pihaknya akan mengupayakan, agar Siswa ABK terpisah dengan peserta lainnya. Agar mereka bisa lebih nyaman dan konsentrasi, ujarnya.
Menurut Darisman, USBN tahun 2018, dengan motto ‘USBN jujur berintegritas’ dapat berjalan dengan aman, lancar. Para siswa mendapat nilai yang lebih baik. Dan menjadi peserta USBN terbaik tahun 2018, merupakan target kita, sebutnya.
Dia juga meminta kerjasama yang baik dari seluruh elemen masyarakat, orang tua siswa dan awak media, demi lancarnya pelaksanaan USBN 2018 di kota Pekanbaru, harap Darisman. (jsn)