PEKANBARU, kabarmelayu.com - Hingga hari ke- empat atau terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), di SMPN 33 Pekanbaru berlangsung aman dan lancar. Hal Demikian disampaikan Kasek.SMPN 33 Pekanbaru, Wijayanti Sriutari, S Pd dirang kerjanya, Kamis (26/4).
Kepala SMPN 33 Pekanbaru, Wijayanti Sriutari Spd, menjelaskan, anak didiknya yangmenjadi peserta UNKP berjumlah 178 siswa dan dibagi 9 ruangan. Alhamdulillah selama pelaksanan UNKP tahun 2018 ini seluruh siswa peserta hadir seratus persen, dan Ujian Nasiinal sejak hari pertama hingga terakhir berjalan aman, lancar, tertib dan kondusif, sebut Wijayanti.
Menurut Wijayanti, antusias dan kesiapan para siswa dalam menghadapi UNKP ini, tidak terlepas dari upaya pematangan persiapan dari pihak sekolah. Karena jauh hari sebelum pelaksanaan Ujian Nasional, mereka telah dibekali berbagai hal. Mulai dari mental, sipiritualual dan akademis. akunya.
Diakuinya, untuk UN tahun 2018, para anak didiknya masih melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), hal tersebut karena masih kurangnya sarana dan prasarana di sekolahnya. Mudah mudahan tahun mendatang sudah bisa melaksanakan dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan hal tersebut sudah menjadi target sekolahnya, terang Wijayanti.
Dia berharap, seluruh peserta ujian di SMPN 33 Pekanbaru lulus seratus persen dan memperoleh nilai terbaik dan memuaskan. Sehingga bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan ke sekolah yang mereka inginkan, harapnya.
Ditanya, kendala yang dihadapi selama proses Ujian Nasional. Menurutnya, Alhamdulillah dari hari pertama UNKP kami laksanakan hingga hari terakhir ini tidak ada kendala. Baik teknis, pengawas maupun kesiapan peserta, ujarnya.
Lebih jauh Wijayanti menuturkan, sesuai peraturan yang telah ditetapkan, bahwa sistim pengawasan adalah sistim silang. Pengawas UN di SMPN 33 sebanyak 18 orang, Disetiap ruangan ditugaskan 2 orang pengawas. Dan seluruh pengawas tersebut berasal dari sekolah lain, begitu juga para guru dari SMPN 33 ditugaskan untuk mengawas di sekolah lain, ujarnya (jsn)