733 Orang Guru Honor Dan Tenaga Tehnis K2 Kampar Minta Diangkat Menjadi PNS

Harijal - Senin, 09 April 2018 21:26 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/04/b62b67042018_0000untitled11.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
sy/rec

BANGKINANG, kabarmelayu.com - Ratusan guru honor tergabung dalam Forum honorer kategori 2 (FHK2) Kabupaten Kampar, Senin (9/4/2018) datangi kantor DPRD Kampar.

Mereka diterima Komisi II dan Komisi I DPRD Kampar di ruang Banggar gedung DPRD Kampar.

Guru honorer kategori K2 ini merupakan para guru honorer yang tercecer diusulkan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Kedatangan mereka guna meminta dukungan pihak DPRD Kampar atas status mereka. Mereka minta agar dapat diangkat menjadi PNS.

"Kami telah menunggu momen ini," ujar koordinator daerah Kampar, Rosmaniar dihadapan Ketua DPRD Kampar, anggota Komisi II, anggota komisi I DPRD Kampar dan Kadispora Kampar dan staf.

Sudah puluhan tahun mengabdi untuk negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. "Kami sudah menunaikan tugas, kini kami menuntut dan meminta agar kami diangkat menjadi PNS," ujarnya.

Kami hanya meminta keadilan tentang status kami, sambung Jamal Wahdi honorer di SMPN I Tapung..

Kewajiban telah kami laksanakan, maka kami meminta hak kami. Sudah puluhan tahun dirinya menerima honor sebesar Rp 250 ribu, itupun dibayar 3 bulan sekali.

Apakah tak pantas bila kami diangkat menjadi PNS, ujarnya

Saya mengabdi sudah sejak tahun 2003, ujar Muslim salah satu honorer yang telah berusia 55 tahun.

Dengan honor yang tidak seberapa, bagaimana anak-anak kami mengenyam pendidikan, makan sehari-hari saja ngutang sana sini, rintihnya.

Andaikan sekolah tidak digratiskan, anak kami tidak akan pernah mengenyam pendidikan.

Padahal kami juga ingin menyekolahkan anak-anak kami setingi-tingginya.

Karena, menjadi guru merupakan profesi kami, maka akan tetap dijalani hingga akhir hayat. Namun tolong dengarkan aspirasi kami, ujarnya lirih.

Kadispora Kampar, Santoso menyampaikan, bahwa guru merupakan ujung tombak pendidikan. Jika tidak ada guru kontrak dan honorer sudah dipastikan dunia pendidikan di Kabupaten Kampar akan gelabakan, terutama dipelosok.

"Kami akan selalu berusaha memperjuangkan hal ini, untuk itu kami minta agar Bapak/Ibu mengiringi dengan do'a," ujarnya

Dikatakan, berdasarkan data diperoleh dari badan kepegawaian daerah (BKD) Kampar, ada sebanyak 733 orang guru, tenaga teknis K2 tercecer saat pengankatan PNS waktu lalu.

Sementara itu, ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri menyampaikan, bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Permasalahn ini sudah sejak tahun 2005, saya pernah sampaikan jangan sampai ada yang tercecer diangkat menjadi PNS, ungkap Fikri.

Fikri berharap agar para guru honor K2 dapat bersabar, karena DPRD Kampar akan turut berjuang bersama ke Kemenpan RB dan Kementerian Pendidikan.

"DPRD Kampar akan mendukung dan berjuang bersama para guru honor K2 dan saya yakin dan percaya pihak Dikpora Kampar pun demikian," ujar Fikri. (Syailan Yusuf)

Berita Terkait

Pendidikan

Dugaan Kriminalisasi Budayawan Rida K Liamsi, LAMR Prihatin

Pendidikan

Selamat, Tiga Personel Polsek Teluk Meranti Terima Kenaikan Pangkat

Pendidikan

Bea Cukai Bengkalis Amankan 652 unit Iphone Bekas Ilegal senilai Rp4 Miliar

Pendidikan

Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Kawal Pertumbuhan Tanaman Jagung Tumpang Sari, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Pendidikan

100 Anak Ikuti Sunat Massal di RS Syafira Pekanbaru ‎

Pendidikan

Ijazah Palsu, PWI Riau Cabut Keanggotaan Dahari