PELALAWAN, kabarmelayu.com - Dewan Pelalawan desak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan agar sesegera mungkin untuk melakukan mediasi terhadap kasus pemukulan guru terhadap siswa yang terjadi di SD Bernas.
"Agar tidak menjadi bola panas dan semakin liar, Kita dari Dewan minta kepada Dinas Pendidikan agar secepat mungkin menyelesaikan permasalahan ini dengan melakukan mediasi terhadap keluarga siswa dan guru. Tentu kita harapkan dengan mediasi ini ada kesepakatan yang dihasilkan," papar Baharudin SH anggota Komisi I DPRD Pelalawan kepada riaueditor.com, Senin (26/9/2016).
Dikatakan Baharudin politisi Golkar ini, soal laporan kepihak kepolisian atas kejadian ini dirinya tidak akan mencampuri apa yang menjadi kehendak pihak keluarga siswa, namun dirinya mengharapkan pihak keluarga siswa, guru yang bersangkutan, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan duduk satu meja dalam menyelesaikan kasus ini.
"Soal laporan ke kepolisian saya tidak akan komentar, namun demikian Dinas Pendidikan agar secepatnya mengumpulkan seluruh pihak sehingga ada mediasi dan pertemuan secara bijak. Kita juga dari Dewan siap jika diikutsertakan dalam pelaksanaan mediasi. Kita tidak ingin masalah ini berlarut-larut sebelum ada mediasi yang dilakukan," paparnya.
Sementara itu, dari Kepala SDN Bernas M Jazah kepada riaueditor via seluler, Senin (26/9/2016) menyampaikan harapannya agar permasalahn ini cepat diselesaikan.
"Kita saat ini menunggu persetujuan keluarga siswa untuk dilakukan mediasi. Kita ingin duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini. Tentunya dengan kejadian ini mental para guru-guru juga jadi down. Atas berbagai informasi dan pemberitaan. Saya pribadi memang memilih tidak banyak berkomentar agar tidak terjadi salah paham dan sebagainya. Kita ingin ini diselesaikan dengan cepat agar proses belajar mengajar kembali berjalan secara normal," tukasnya. (zul/rec)