PEKANBARU, kabarmelayu.com - Tahun Anggaran 2017, Pemerintah Provinsi Riau berhasil menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN sebesar 21 miliar untuk peningkatan sarana prasarana Pendidikan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Riau, Hardyanto melalui Kepala bidang (Kabid) SMA Disdik Riau, Chairil Anwar, Selasa (19/9) di ruang kerjanya.
Dikatakan Chairil Anwar, dana tersebut disalurkan untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah SMA dengan sasaran utama ke daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) yang ada di Riau. Dengan ruang lingkup untuk Pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) meubilier, Rehabilitasi Gedung dan peralatan pendidikan, sebut Chairil.
Lanjut Chairil, adapun sistim pelaksanaan DAK ini dilakukan secara swakelola dibantu oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) dengan tim terdiri dari Komite Sekolah, Guru dan Kepala Sekolah. Begitu juga dengan pencairan anggaran dilakukan secara bertahap. Tahap I 30 persen, Tahap II 40 persen dan tahap IV 30 persen, kata Chairil.
Lagi kata Chairil, sekolah penerima DAK ini berasal dari usulan sekolah yang disampaikan melalui Disdik Riau tahun sebelumnya. Kemudian dianalisa dan disetujui oleh kementerian lalu disampaikan lagi oleh Disdik Riau. Setelah proposal disetujui, Kepala Sekolah meneken MoU dengan Disdik. Selanjutnya, dana yang disalurkan dan dikelola oleh pihak sekolah. Kemudian, pihak sekolah mempertanggungjawabkan penggunaan dana ke Disdik dan Kementerian,terangnya.
Ditambahkan Akmal, selaku Pejabat Pemimpin Teknik Kegiatan (PPTK), saat ini kegiatan sedang berjalan dan sudah memasuki pencairan tahap II. Namun sebelun pencairan, Disdik tetap akan melakukan monitoring untuk memastikan dana terpakai dengan baik. Barulah pencairan tahap II bisa dilakukan, terangnya. (jsn)