Sepi Murid, SDN 27 Wonosari Bengkalis akan di Merger

Harijal - Sabtu, 12 Agustus 2017 10:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/08/024bc3082017_00000img20170812wa0000.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
der/rec
SDN 27 Wonosari, Kecamatan Bengkalis.

BENGKALIS, kabarmelayu.com - Kurangnya minat wali murid untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 27 wonosari, Kecamatan Bengkalis, membuat SDN sepi akan murid, terbukti untuk tahun ini penerimaan murid baru hanya berjumlah tiga orang. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Edi Sakura melalui Kabid SD Suwanto, saat ditemui media baru-baru ini mengatakan kalau keberadaan sekolah yang minim siswa termasuk di SDN 27 Wonosari, akan di mergerkan ke sekolah yang ada di sekitar wilayah tersebut. Namun hal ini baru akan dikaji dan dievaluasi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis.

“Kita masih mempertimbangkan sekolah nanti di marger atau tidak, karena tidak mudah kalau di merger. Perlu ada tinjauan berapa sekolah disana, termasuk madrasahnya berapa, dan juga akses pada SDN lain jauh atau tidak,” terang suwarto.

Lanjutnya, secara akses antara sekolahan Negeri itu lebih dekat maka sangat memungkinkan untuk di merger, tapi kalau jarak tempuhnya jauh mungkin masih dipertimbangkan. Karena menurutnya, tidak mudah untuk menghilangkan lembaga pendidikan.

Kepala Sekolah SDN 27 Saiful Apuan Spd melalui Sumarji salah satu guru senior ditemui Jumat (11/8/17) mengatakan, "Kami sebagai pendidik disini tidak mengharapkan sekolah kami dibubarkan (marger.red) masih perlu dipertimbangkan sejarah awal sekolah ini dan penyebab tidak adanya murid baru enam tahun belakangan ini dan yang utama malah fisik sekolah yang sebagian ruang belajarnya masih semi permanen," papar Sumarji.

Dijelaskan Sumarji, kami telah berkoordinasi dengan kepala desa Wonosari tentang kondisi sekolah kami dan pihak desa pun mengatakan jangan bubarkan SDN 27 karena ada nilai sejarahnya, ada cara lain untuk mengatasi kekurangan murid tersebut," katanya.

Sofyan salah satu warga wonosari yang juga ketua LSM Merapu mengatakan, "Saya salah satu alumni SDN 27 ini dan satu-satunya sekolah dasar di daerah kami, dan saya tidak setuju SDN 27 dibubarkan. SDN ini ada nostalgianya bagi kami para alumni," ungkap Sofyan.

Namun, saat ditanya soal faktor sedikitnya murid di SD tersebut, pihaknya langsung menjelaskan kalau orang tua sekarang sudah pada mengetahui kalau tidak hanya memilih pengetahuan umum tapi juga memahami secara ilmu agama, yakni dengan bersekolah di Madrasah.

“Ya, kita tidak bisa memaksa, karena pendidikan tidak bisa untuk dimaksa, kalau faktornya masyarakat lebih memilih ke Madrasah, saya juga bersyukur karena masyarakat atau orang tua sudah bisa memilih dan itu tidak bisa dipaksa. Memungkinkan kalau orang tua selain memilih ilmu pengetahuan umum mereka juga memilih pengetahuan keagamaan,” tambahnya.(der)

Berita Terkait

Pendidikan

Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas

Pendidikan

Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK

Pendidikan

Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB

Pendidikan

Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas

Pendidikan

Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027

Pendidikan

Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN