Kabar Melayu (PEKANBARU) - Pada peringatan hari lingkungan hidup dunia tahun 2015, SDN 112 Pekanbaru termasuk sebagai salah satu sekolah yang penerima Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Riau. Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, ArsyadjuliandiRahcman di ruang Melati Lantai III Kantor Gubernur Riau, Kamis (29/10).
Penghargaan diberikan setelah dilakukan penilaian oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau. Dari 139 sekolah semua tingkatan se Provinsi Riau, SDN 112 Pekanbaru terpilih sebagai penerima Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi. Bahkan sekolah ini akan menuju Adiwiyata tingkat Nasional.
Kepala SDN 112 Pekanbaru, Weyn Mardiani, S.Pd, ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/10) mengakui bahwa keberhasilan yang dicapai ini berkat kerja keras dan kerjasama seluruh stakeholder di sekolahnya. Setelah berhasil di tingkat provinsi, sekolah yang dipimpinnya akan maju ke tingkat Nasional.
"Mulai dari tim Adiwiyata, para guru, siswa, orangtua dan komite turut berperan aktif mewujudkansekolah berwawasan lingkungan. Sehingga sekolah ini memperoleh Penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan masuk Adiwiyata Nasional tahun 2015," tutur Kepala Sekolah SDN 112.
Prestasi ini, katanya Weyn juga merupakan wujud kebersamaan, kerja keras serta partisipasi warga sekolah, mulai dari siswa, pegawai, guru, petugas kebersihan, kantin, satpam, orangtua siswa serta pengurus komite. Seluruh pihak secara bersama telah peduli dan membangun komitmen bersama terhadap kelestarian lingkungan.
"Saya berharap dengan prestasi yang diraih ini akan lebih meningkatkan kepedulian warga sekolah dan menjadi karakter dan budaya yang dapat diterapkan pada setiap individu, keluarga dan lingkungan. Apalagi siswa sudah sangat memahami pentingnya lingkungan hidup," jelas Weyn.
Saat ini, SDN 112 sudah menyediakan sarana prasarana (Sarpras) yang memenuhi standar kebersihan bagi peserta didik. "Sampai saat ini, kita sudah mempunyai 10 sekolah binaan," tambahnya.
Lebih jauh, fasilitas pendukung lain dalam upaya melestarikan lingkungan yakni berupa pembuatan penyediaan Sarpras kesehatan, seperti ketersediaan WC dan wastafel yang memenuhi standar. Kemudian pembuatan biopori dan penanaman pohon.
"Setelah dinilai oleh tim BLH provinsi, Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan bersama, yakni Penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi dan akan sukses pula di tingkat Nasional nanti," pungkasnya. (rec)