Dana Abadi Pendidikan Mendapat Tambahan Rp10 Triliun

Harijal - Jumat, 14 April 2017 19:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/09e60b042017_0000danaabadipendidikanm.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

PANGKAL PINANG - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengucurkan dana sebesar Rp10 triliun untuk tambahan dana abadi pendidikan.

"Pada 2017 kami mengharapkan tambahan Rp10 triliun ke dalam dana pendidikan yang nantinya hasil pengelolaan dananya digunakan untuk beasiswa dosen dan lainnya," ujar Menristekdikti, Nasir, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Jumat (14/4/2017).

Kucuran dana tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi Rp150.000 triliun pada 2018. "Kami mengharapkan pada 2030 kita bisa memiliki anggaran untuk pendidikan mencapai Rp400 triliun," katanya.

Nasir memberi prioritas kepada dosen-dosen yang mengajar di perguruan tinggi negeri baru (PTNB) untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang doktor.

"Lalu bagaimana mengganti dosen yang ada sekarang lagi belajar. Kami minta agar kerja sama dengan pemerintah daerah agar pegawainya yang sudah pascasarjana ditarik ke Kemenristekdikti dan bisa mengajar. Tahun depan kami berharap ada kuota penerimaan dosen untuk PTNB," ujarnya.

Dia memberi contoh Universitas Bangka Belitung yang merupakan PTNB dan saat ini memiliki 186 dosen. Sebagian besar dosen Universitas Bangka Belitung sedang menempuh pendidikan.

"Kami menargetkan pada 2024 semua dosen Universitas Bangka Belitung sudah doktor semua," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia meminta PTNB untuk menentukan milestone atau tonggak pencapaian selama 20 tahun ke depan.

"Terutama untuk PTNB seperti Universitas Bangka Belitung. Jadi perlu suatu organisasi yang baik, yang mengetahui apa yang harus dikerjakan hingga 20 tahun ke depan," katanya.

Dengan adanya tonggak pencapaian tersebut, universitas tahu apa yang dikerjakan dan tidak berganti-ganti kebijakan.

"Jangan sampai ganti rektor, ganti lagi kebijakan. Ganti rektor seharusnya menguatkan kebijakan yang sudah ada, bukan malah menggantinya," katanya dia. (afr)

(sus/okezone)

Berita Terkait

Pendidikan

Tuntut Plasma 20 Persen PTPN V Regional III, Warga Ngaso Temui DPRD Riau

Pendidikan

Panitia Matangkan Persiapan, Konferkot PWI Dumai Dijadwalkan 31 Oktober

Pendidikan

Soroti Potensi Aturan Sepihak KI Riau, Akademisi Minta KI Pusat Tegas

Pendidikan

3.394 Hektare Lahan Riau Terbakar, 65 Orang Tersangka

Pendidikan

Kapolsek Teluk Meranti Pasang 6 Plang Peringatan di Lokasi Karhutla

Pendidikan

Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama