TEMPULING, kabarmelayu.com - Sebagai Aparat TNI diminta dan wajib lebih aktif menyampaikan materi kebangsaan dan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada masyarakat. Sebab, bela negara merupakan sebuah kebutuhan yang harus dimiliki seluruh elemen bangsa untuk mempertahankan kedaulatan NKRI.
Danramil 03/Tempuling, Kapten Arh Sugiyono dalam menyampaikan materi di hadapan 150 Siswa Pramuka Penggalang Kecamatan Tempuling dalam kegiatan Perkajusami Gudep 01.02, mengatakan tujuan bela negara adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, selain melestarikan budaya, dan menjalankan nilai UUD 45 dan Pancasila.
"Kemudian berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara, lalu menjaga identitas dan integritas bangsa," kata Kapten Sugiyono, Selasa (4/4/2017) di Aula Kantor Camat Tempuling dalam acara Kegiatan perkemamahan Perkajusami Gudeb 01.02.
Bela negara merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan segera. Karena, menurut dia kini banyak warga negara Indonesia yang meninggalkan dasar negara Indonesia tersebut. Makanya peran TNI dalam memberikan pemahaman ke masyarakat menjadi penting.
"Dengan TNI melalui Danramil dan Babinsa selalu memberikan pemahaman ke masyarakat sipil, maka bisa mengajarkan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila," ujar dia.
Menurut dia, bela negara tak selalu identik dengan wajib militer. Cara pembekalan dalam materi tersebut juga tak harus bergaya militeristik. Namun ke depannya, akan ada aturan yang menjadi payung hukum teknis bagi sipil yang ingin ikut dalam wajib militer.
"Kalau yang mau, masuk cadangan, ada di UU. Cadangan penting. Tapi, Kalau orang sipilnya, pemahaman bela negara. Jangan hanya hafal Pancasila saja, tapi apa implementasi pancasila itu," tanya Danramil kepada para peserta tersebut.
Danramil mengakhiri acaranya dengan memberikan pertanyaan kepada Siswa untuk menjawab Urutan Lambang dan Sila dari Pancasila.(Penrem031/Wirabima)