Ribuan Ruang Belajar SD dan SMP di Meranti Rusak

Harijal - Rabu, 22 Februari 2017 09:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/02/c957f4022017_ruang_belajar_sd.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
riaupos.co
AWASI SISWA: Pengawas di SMAN 3 Tebingtinggi mengawasi para siswa yang melaksanakan simulasi melaksanakan UNBK, Senin (20/2/2017).

KEPULAUAN MERANTI, kabarmelayu.com - Hingga kini upaya memberikan pendidikan yang lebih baik kepada siswa di Kepulauan Meranti masih terkendala. Salah satunya masih banyak ruang belajar sekolah yang rusak.

Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, ada 2.526 ruang belajar yang masih rusak. Ruang kelas yang rusak tersebut terdiri dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Disdikbud Kepulauan Meranti H Rosdaner ,S.Pd melalui Kepala Seksi Database Penataan Sarana Sekolah Tabren ST mengungkapkan, Senin (20/2/17) kemarin, dari jumlah tersebut sebanyak 99 ruang kelas mengalami rusak total dan sangat parah.

“Makanya kita sedang melakukan pendataan secara rinci. Nantinya akan kita ajukan untuk perbaikan dan pembangunannya ke Kementerian Pendidikan dan Disdik Riau,” ujarnya.Tabren mengatakan, angka tersebut berdasarkan rangkuman data yang di-input oleh masing masing sekolah ke sistem data pokok pendidikan (dapodik). Di mana data tersebut merupakan sistem pendataan berskala nasional, dan terpadu oleh pemerintah pusat.

Untuk memastikan layanan itu, pihaknya akan mengevaluasi data yang dirangkum oleh dapodik tersebut. Dari total 2.526, di antaranya untuk tingkat SD terdapat 739 rusak ringan, 123 rusak sedang, 81 rusak berat, serta 79 rusak total. Sedangkan untuk tingkat SMP terdapat 158 rusak ringan, 45 rusak sedang, 18 rusak berat, serta 20 ruang kelas dengan kondisi rusak total.

“Total yang rusak itu terdiri dari SD dan SMP yang berstatus negeri dan swasta yang tersebar di seluruh wilayah Kepulauan Meranti,” tambah Tabren.

Untuk memastikan itu, dia bersama tim nantinya akan turun dan melakukan pengecekan ke seluruh sekolah yang mengalami kerusakan tersebut. Sehingga terkonfirmasi situasi sebenarnya.

“Kami harus memastikan fakta laporan dari pihak sekolah yang di-input ke dapodik. Data itu mesti dievaluasi kembali keabsahannya. Usai mengevaluasi barulah bisa diteruskan dengan melakukan pemetaan secara global, sehingga mana yang skala prioritas tidak tercecer,”  katanya.

 

sumber: riaupos.co

Berita Terkait

Pendidikan

Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG

Pendidikan

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Pendidikan

Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla

Pendidikan

Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Pendidikan

Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan

Pendidikan

Kolaborasi Film Nasional Menguat, Komisi VII DPR Dorong Eksplorasi Budaya Daerah