MBG Dikonsep Prasmanan, Pekanbaru Jadi Percontohan

Redaksi - Jumat, 06 November 2026 14:32 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/11/_8843_Pekanbaru-Jadi-Percontohan-Program-MBG-Konsep-Prasmanan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Inovasi pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik terus dikembangkan untuk menciptakan pengalaman makan yang lebih sehat, edukatif dan menyenangkan di lingkungan sekolah. Salah satunya adalah konsep MBG prasmanan yang memungkinkan siswa menikmati makanan secara bersama-sama, sekaligus membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi.

Kota Pekanbaru mendapat kepercayaan menjadi satu di antara lokasi percontohan pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Pelaksanaan piloting tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto, mengatakan penunjukan Pekanbaru menjadi kesempatan bagi daerah untuk mendukung pengembangan inovasi pelayanan pemenuhan gizi di lingkungan pendidikan. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam menikmati makanan bergizi.

"Dalam waktu dekat, tepatnya hari Senin besok, Badan Gizi Nasional akan secara serentak melaksanakan piloting pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan. Kita patut bersyukur, untuk wilayah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi pilot projectnya," ujar Ranto di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan tahap awal tersebut memiliki sasaran terbatas untuk menguji penerapan konsep pelayanan makan bergizi secara prasmanan. Peserta yang dilibatkan berasal dari dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar antara 50 hingga 70 siswa.

Adapun sekolah yang ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan piloting adalah SD Islam Unggul Asy-Syakirin di Kota Pekanbaru. Pemilihan jenjang sekolah dasar diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

"Untuk piloting ini target sasaran dibatasi untuk dua kelas penerima manfaat dengan jumlah siswa berkisar antara 50 hingga 70 orang. Lokasi terpilih yaitu pada jenjang sekolah dasar, tepatnya di SD Islam Unggul Asy-Syakirin," jelasnya.

Diungkapkan, konsep prasmanan tidak hanya bertujuan pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan suasana makan bersama yang memberikan nilai tambah bagi perkembangan sosial anak. Melalui interaksi antarsiswa, kegiatan makan diharapkan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di sekolah.

Ia menilai kebiasaan makan bersama dapat memberikan pengaruh positif terhadap perilaku anak dalam memilih makanan. Siswa yang sebelumnya kurang menyukai sayuran atau cenderung memilih jenis makanan tertentu diharapkan lebih terbuka untuk mencoba menu bergizi ketika melihat teman-temannya menikmati hidangan yang sama.

"Kami berharap doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin besok dapat berjalan lancar. Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan mendapatkan pengalaman sosial yang positif di sekolah," ungkap Ranto.

Selain menghadirkan pola pelayanan makan bersama, pelaksanaan tersebut akan mengintegrasikan edukasi gizi dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. Edukasi tersebut diberikan secara langsung oleh tenaga pendidik atau guru agar siswa memahami pentingnya mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi seimbang.

"Sehingga, anak-anak yang tadinya kurang menyukai sayur atau memiliki kebiasaan memilih makanan menjadi lebih termotivasi saat makan bersama teman-temannya. Dalam pelaksanaannya juga diisi dengan edukasi gizi yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik atau bapak-ibu guru di sekolah." pungkasnya.

Editor
: Redaksi

Tag:
MBG

Berita Terkait

Pendidikan

MBG Program Bagus, Tapi Dapat Menjadi Bom Waktu Politik

Pendidikan

Ratusan Siswa MTsN 3 Pati Diduga Keracunan MBG

Pendidikan

Akibat Asap Karhutla Siswa Pekanbaru Belajar Daring, MBG Tetap Jalan

Pendidikan

Puluhan Siswa di Dumai Diduga Keracunan MBG

Pendidikan

Anggota DPRD Riau Ini Nilai Program MBG Belum Sentuh Maksimal Daerah 3T seperti Inhil

Pendidikan

DLHK Inhil Jangan Tunggu Aduan, 40 Dapur MBG Harus Diawasi Ketat