ROHUL, riaueditor.com - Dengan kian menipisnya pengamalan dari nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat Khusunya generasi muda, membuat prihatin Plt Bupati Rohul H Sukiman bersempena HHUT RI ke 71. Dirinya meminta, agar mata pelajaran Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) perlu diajarkan kembali menjadi kurikulum di sekolah-sekolah.
Itu disampaikan Plt Bupati Rohul, H Sukiman, usai menjadi Inspektur Upacara di Peringatan detik-detik HUT kemerdekaan RI ke 71, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Rohul, Pasir Pangaraian, Rabu (17/8/2016).
Kata H Sukiman lagi, menipisnya nilai kebangsaan dan pengamalan Pancasila di kalangan masyarakat, karena disebabkan pengaruh globalisasi. Pengaruh globalisasi sudah membuat masyarakat cenderung berprilaku individualistic. Nilai-nilai Pancasila saat ini, terlihat tidak lagi menjiwai perilaku masyarakat Indonesia hal ini ditunjukan dengan memudarnya semangat gotong royong (goro) yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak dulu.
“Saat ini, sudah tidak terlihat lagi semangat goro, kebersamaan, serta semangat tenggang rasa diantara unsur-unsur masyarakat Indonesia. Kemudian, nilai-nilai Pancasila sudah tidak lagi dijiwai masyarakat. Sehinga saya meminta, perlu kurikulum P4 dihidupkan kembali karena sangat penting dalam memberikan bimbingan bagi generasi muda, untuk bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” harap Plt Bupati Rohul.
Selain menghidupkan Kembali Kurikulum P4 ke generasi muda, pemahaman akan 4 pilar kebangsaan juga jadi salah satu hal penting untuk ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Bila hal itu dilakukan diharapkan degradasi nasionalisme di kalangan generasi muda bangsa ini dapat dicegah.(Adv/Humas)