Kabut Asap, Kuansing Terapkan PJJ Dua Hari

Radian Ali - Senin, 05 Oktober 2026 19:25 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/10/_7100_Kabut-Asap--Kuansing-Terapkan-PJJ-Dua-Hari.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Dinas Disdikpora Kuansing, Herizon.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan itu menyusul wilayah tersebut hingga saat ini masih diselimuti kabut asap cukup pekat. Sistem PJJ tersebut diterapkan selama dua hari yakni mulai Selasa hingga Rabu (6-7/10/2026).

Kepala Dinas Disdikpora Kuansing Herizon mengatakan, pemberlakuan sistem PJJ tersebut dikarenakan saat ini wilayahnya masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Pelaksanaan PJJ tersebut disampaikan melalui surat edaran (SE) nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026. Dalam surat edaran itu, PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni Selasa - Rabu," katanya.

Dilanjutkannya, SE tersebut ditujukan kepada seluruh Korwil Pendidikan, Pengawas, Kepala PAUD, SD, SMP Negeri dan Swasta se Kuansing. Dalam surat edaran sudah disampaikan, peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di luar rumah yang mengharuskan mereka berada di luar ruangan secara langsung.

Sementara itu, tenaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa, termasuk memberikan pembelajaran daring dari sekolah maupun tempat yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan menggunakan masker.

Keputusan memperpanjang pembelajaran daring diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya aman.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Dari laporan OPD terkait asap memang pekat dan udara tidak sehat," tegas Herizon.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, saat ini titik Karhutla yang sebelumnya sempat menyala sudah dilaporkan padam total.

"Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau," katanya.

Namun, beberapa wilayah di Riau justru masih diselimuti oleh kabut asap. Hal tersebut diduga merupakan asap kiriman dari provinsi lain. Pasalnya di Sumsel saat ini dilaporkan banyak ditemukan titik api. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab provinsi Riau masih diselimuti kabut asap.

"Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api," sebutnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kabut Asap, UPT SDN 011 Desa Baru Batasi Kegiatan di Luar Ruangan

Pendidikan

Pagi Ini Kualitas Udara Pekanbaru Sudah di Level Berbahaya!

Pendidikan

Besok Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ Akibat Kabut Asap

Pendidikan

Pekanbaru Masih Diselimuti Asap, Siswa Diingatkan Pakai Masker, Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Pendidikan

Ini Paparan Cerdas Bupati Afni Soal Pencegahan Karhutla

Pendidikan

Antara 21-27 September, Jikalahari Temukan Hotspot di Dalam Areal Korporasi