Laksanakan PJJ, UPT SDN 019 Pandau Jaya Minta Orang Tua Awasi Anak

Andi - Kamis, 10 September 2026 09:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/09/_1287_Laksanakan-PJJ--UPT-SDN-019-Pandau-Jaya-Minta-Orang-Tua-Awasi-Anak.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Salah seorang guru UPT SDN 019 Pandau Jaya melaksanakan PJJ melalui zoom.(Foto: Andi/Dok)
kabarmelayu.com,KAMPAR - Akibat kabut asap sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan, beberapa pemerintah daerah di Riau termasuk Kabupaten Kampar mengambil kebijakan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini sebagai upaya melindungi anak dari efek kabut asap terhadap kesehatan.

"Ya, PJJ sudah dilakukan sejak Selasa lalu," kata Suriady, S. Pd, M. Si, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Kamis (10/9/2026).

Suriady menjelaskan, pembelajaran daring (dalam jaringan) ini dilakukan via Zoom. Berbekal pengalaman sebelumnya, pihak sekolah tak menemukan kendala berarti dalam pelaksanaannya.

Namun sayangnya tidak semua anak bisa mengikuti pembelajaran melalui aplikasi Zoom ini, sebagiannya PJJ melalui bahan pelajaran dan tugas yang dikirimkan guru.

"Kendalanya, ada anak yang tidak memiliki smartphone aendiri, sehingga harus menggunakan milik orang tuanya. Ada pula yang tak punya sama sekali. Agar mereka tetap belajar, orang tuanya diminta menjemput langsung bahan pembelajaran dan soal ke sekolah setiap hari," terang kepala sekolah.

Ada sekitar 830 siswa dari Kelas I hingga kelas VI UPT SDN 019 Pandau Jqya yang melaksanakan PJJ. Suriady menegaskan, PJJ jangan dianggap libur, tetapi siswa tetap belajar di rumah dengan arahan guru dan di bawah pengawasan orang tua.

Suriady mengakui, efektivitas PJJ memang berbeda dengan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun PJJ adalah solusi terbaik dengan kondisi kabut asap saat ini.

Bagaimanapun, agar efektif, PJJ tetap harus di bawah bimbingan dan pengawasan orang tua

Selama di rumah, anak sudah di luar pengawasan pihak sekolah. Tentunya sangat diharapkan kerjasama orang tua untuk mengawasi kegiatan anak.

Meski PJJ, para guru termasuk kepala sekolah tetap datang seperti biasa ke sekolah. Tak ada istilah guru melaksanakan PJJ dari rumah.

Lagi, Suriady berharap kabut asap yang terjadi saat ini segera berakhir, sehingga kegiatan di sekolah dapat kembali normal seperti biasa.

"Orang tua kami minta untuk mengawasi kegiatan anak di rumah. Jangan biarkan anak keluar rumah jika bukan keadaan yang mendesak. Jaga dan lindungi kesehatan anak yang sangat rentan terhadap kabut asap," tutup Suriady mengakhiri.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Camat dan Lurah di Pekanbaru Diminta Aktifkan Posko Karhutla

Pendidikan

Kabut Asap Menebal, Warga Pekanbaru Diimbau Gunakan Masker

Pendidikan

Api Kembali Menyala, Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla Sungai Beringin Hingga Malam

Pendidikan

Nakes Peduli Bagikan 4.000 Masker untuk Warga Pekanbaru

Pendidikan

Lahan di Sungai Beringin TembilahanTerbakar, Tak Jauh dari Lokasi Pertama

Pendidikan

Lahan Terbakar di Riau Sudah Mencapai 18.770 Hektare